Diskusi Bersama UNODC, BNN Laporkan Temuan Obat Batuk Anak Memabukkan

Rio Manik ยท Selasa, 26 Juni 2018 - 16:35 WIB
Diskusi Bersama UNODC, BNN Laporkan Temuan Obat Batuk Anak Memabukkan

Jajaran BNN berfoto dengan tim United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar pertemuan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (26/6/2018). Pertemuan dengan organisasi PBB yang fokus pada narkotika dan kriminalitas itu membahas tingkat penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Deputi Rehabilitasi BNN Diah Setia Utami mengatakan, dari data UNODC, Indonesia termasuk negara yang masuk dalam urutan sepuluh besar warganya mengonsumsi narkoba. Pengguna narkoba di Indonesia mencapai empat juta jiwa.

“Jenis narkoba yang paling banyak digunakan di Indonesia jenis Amphetamine, mulai dari ekstasi dan sabu,” kata Diah di Jakarta, Selasa (26/6/2018).

Menurutnya, dari data empat juta pengguna narkoba di Indonesia, tidak sedikit yang masih berusia anak-anak. Tim BNN mendapat temuan dari anak-anak yang direhabilitasi menggunakan narkoba karena sudah terbiasa sejak kecil akibat mengonsumsi obat batuk berlebihan.

“Sekarang justru ada temuan dari obat batuk yang dikonsumsi berlebihan rasanya seperti melayang. Ini justru dikonsumsi anak-anak. Kami khawatir mereka (anak-anak) sudah terbiasa dengan pengaruh seperti memabukkan itu sejak kecil dari obat batuk,” ujar dia.

Diah mengatakan, obat-obat batuk yang dapat berdampak memabukkan jika dikonsumsi berlebihan itu dijual bebas di pasaran. Untuk itu, BNN berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Pangan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan untuk menggelar inspeksi penyedia obat.

“Sebenarnya angka pengguna sekarang sudah menurun, tetapi itu tadi, ada temuan obat batuk dapat membuat penggunanya melayang seperti orang mabuk. Ini bisa memicu anak-anak menyalahgunakan narkoba. Terbanyak ditemukan di Timur Makassar dan Manado,” ucapnya.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto