DKI Jakarta Ajukan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Rp12,5 Triliun ke Pemerintah Pusat

Antara ยท Senin, 27 Juli 2020 - 19:12 WIB
DKI Jakarta Ajukan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Rp12,5 Triliun ke Pemerintah Pusat

Gubernur Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2020). (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajukan pinjaman kepada pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) guna memulihkan perekonomian ibu kota. Pinjaman yang masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu mencapai Rp12,5 triliun.

Gubernur Anies Rasyid Baswedan menandatangani perjanjian pinjaman kerja sama PEN antara Pemprov DKI dengan PT SMI di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (27/7/2020). Dana itu akan digunakan untuk beberapa sektor seperti pengendalian banjir, peningkatan pelayanan air minum, pengelolaan sampah, peningkatan infrastruktur transportasi, peningkatan infrastruktur pariwisata dan kebudayaan serta olahraga.

"Jakarta memiliki porsi yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia. Karena itu bila kita bisa mempercepat pemulihan di Jakarta, tentu akan berdampak nasional," kata Anies.

Pemprov DKI Jakarta, menurut dia, telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kegiatan penanganan pandemi virus corona (Covid-19) secara proaktif. Salah satunya menggiatkan testing memakai alat PCR.

Anies beralasan, Pemprov DKI ingin ketika masyarakat mulai berkegiatan ekonomi secara bersamaan, kegiatan tracing-testing yang dilakukan di Jakarta juga meningkat sangat signifikan. "Dengan begitu, kita bisa mengidentifikasi pribadi-pribadi yang telah terpapar agar mereka bisa isolasi agar tidak terjadi penularan lebih jauh," ucapnya.

Sementara untuk pinjaman Rp12,5 triliun, Anies memaparkan, Pemprov DKI akan menggunakannya dalam dua tahap. Pemprov DKI Jakarta akan menggunakan dana pinjaman Rp4,5 triliun untuk tahun ini. Sedangkan sisanya Rp8 triliun akan digunakan pada 2021.

"Saya ingin sampaikan terima kasih kepada Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani), kemudian kepada PT SMI karena ini pertama kalinya kami mendapatkan pinjaman lewat PT SMI," ujar Anies.

Selain Anies, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga mengajukan pinjaman senilai Rp4 triliun untuk program PEN tersebut.

Editor : Djibril Muhammad