Eks Pasien Gangguan Jiwa di Bogor Dapat Bantuan Modal Usaha Rp5 Juta

Antara ยท Selasa, 22 Januari 2019 - 10:50 WIB
Eks Pasien Gangguan Jiwa di Bogor Dapat Bantuan Modal Usaha Rp5 Juta

Ilustrasi: Petugas mengamankan orang dengan gangguan jiwa (Foto: Antara)

BOGOR, iNews.id - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor memberikan bantuan dana pengembangan usaha ekonomi produktif kepada 50 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sudah sembuh. Modal usaha yang diberikan sebesar Rp5 juta per orang dari sumber dana Kementerian Sosial (Kemensos) dalam anggaran 2018. 

"ODGJ yang sudah sembuh kita berikan dana bantuan untuk pengembangan usaha agar mandiri sehingga bisa mencari nafkah sehari-hari," kata Kepala Bidang Rehabilitas Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bogor Dian Mulyadiansyah, Selasa (22/1/2019).

Menurut dia, dana diberikan khusus kepada ODGJ yang ketika sakit jiwa didampingi Dinas Sosial Pemkab Bogor. Bagi ODGJ yang sudah didata untuk 2019 juga akan mendapatkan dana tersebut.

“Tahun lalu ada delapan kecamatan yaitu, Kecamatan Jongol, Cilengsi, Ciomas, Ciawi, Darmaga, Rumpin, Citereup, dan Cisarua," ujar Dian.

Selain memberikan bantuan dana pengembangan usaha bagi yang sudah sembuh, Dinsos juga memfasilitasi pelayanan kesehatan dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan cara perekaman KTP elektronik bagi masyarakat yang mengalami gangguan jiwa.

"Sesuai pendampingan yang dilakukan tim kami ada 125 orang yang sudah dilakukan perekaman KTP elektronik, perekaman itu adalah hak mereka mendapatkan NIK," ucap dia.

BACA JUGA: DPRD Kabupaten Tangerang Desak Tutup Usaha Galian Tanah, Ini Alasannya

Dian menuturkan, perekaman KTP elektronik sudah dilaksanakan sejak April 2018, namun dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor ODGJ ada 1.550 orang. Jadi, kata dia, masih ada ribuan ODGJ yang belum bisa merekam KTP elektronik.

"Kita pelan-pelan membujuk warga yang alami ODGJ karena orang dengan ganguan jiwa sangat sulit. Tapi dalam hal ini Dinsos selalu memberikan pendampingan kepada keluarga yang alami ganguan jiwa sehingga bisa ditangani,” tutur Dian.

Menurut dia, penyadang ganguan jiwa di Kabupaten Bogor cendrung meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data di 2017 ada 1.250 ODGJ di Kabupaten Bogor yang paling dominan karena faktor stres menghadapi kehidupan dan adanya perubahan lingkungan.

"Orang alami ganguan wajib minum obat secara teratur yang sudah diberikan Dinkes karena kalau sudah sembuh tidak bergantungan obat,” kata Dian.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto