Fakta-Fakta Usulan Lockdown di DKI Jakarta yang Semakin Menguat

Felldy Utama ยท Senin, 30 Maret 2020 - 11:16 WIB
Fakta-Fakta Usulan Lockdown di DKI Jakarta yang Semakin Menguat

Ilustrasi Monas (dok Antara)

JAKARTA, iNews.id - Usulan mengenai lockdown bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta semakin menguat. Sejumlah pihak sudah melakukan skenario jika nantinya DKI Jakarta melakukan lockdown.

Seperti dirangkum iNews.id, Senin (30/3/2020), berikut ini persiapan sejumlah pihak terkait usulan lockdown:

1. Dua Wilayah Bogor Sudah Siapkan Skenario

Bupati Bogor Ade Yasin dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim sepakat mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera menerapkan karantina wilayah. Mereka menilai kawasan ibu kota dianggap sebagai epicentrum penyebaran virus corona baru alias Covid.

"Kesimpulan dari (pertemuan) tadi, jumlah pasien di Bogor itu rata-rata datang dari Jakarta, sehingga saya bersama Pak Dedie mengimbau supaya Jakarta lockdown (karantina wilayah)," kata Ade Yasin usai rapat koordinasi dengan Dedie A Rachim di Posko Tim Crisis Center Covid-19 Kota Bogor, di Kota Bogor, Minggu (29/3/2020) malam.

Sementara itu, Dedie A Rachim mengaku sudah menyiapkan dua skenario lockdown yang akan dilakukan Pemerintah Kota Bogor yakni rencana A, lockdown di pusat kota, akan menutup lima akses jalan di pusat kota. Kemudian, rencana B yakni lockdown di seluruh kota dengan menutup sembilan akses jalan menuju ke Kota Bogor.

Dedie menjelaskan, dua skenario rencana lockdown ini guna mengantisipasi rencana DKI Jakarta untuk menerapkan lockdown.

"Karena warga Kota Bogor dan sekitarnya banyak yang bekerja di Jakarta, sehingga Kota Bogor akan menerapkan program yang sejalan dengan DKI Jakarta," kata Dedie.

2. Polisi Lakukan Simulasi Lalu Lintas

Polda Metro Jaya belum melakukan ada penutupan jalan namun hanya simulasi pembatasan akses dari dan menuju Jakarta sebagai antisipasi untuk menghalau penyebaran virus corona (Covid-19). Simulasi dilakukan dalam ruangan menggunakan peta.

"Kalau simulasi itu simulasi di dalam ruangan saja, enggak ada di lapangan, dalam ruangan saja pakai mapping, dalam ruangan saja pakai peta," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Senin (30/3/2020).

Secara garis besar simulasi tersebut akan dilakukan dengan mengumpulkan seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk dimintai rencana dari masing-masing Polres.

"Jadi perwakilan saja dari masing-masing Polres, di dalam ruangan kita taruh peta, jadi bagaimana dan apa rencananya? Begitu saja, cuma latihan simulasi biasa," ujarnya.

3. Kemenhub Godok Pembatasan Transportasi di Jakarta

Pemerintah membuka peluang adanya karantina wilayah di Ibu Kota dan penyangga Jakarta, yaitu Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Hal ini guna menekan penyebaran virus Corona (Covid-19) di wilayah yang makin besar jumlah positifnya.

"Ya kita semua tunggu besok Senin (30/3/2020). Tunggu pak Luhut (Menko Kemaritiman dan Investasi serta Ad Interim Menteri Perhubungan) rapat," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi kepada iNews.id, Minggu (29/3/2020).

4. Pasokan Logisitik Diminta Tetap Diperhatikan

Wakil Ketua Umum Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras), Billy Haryanto mengatakan, apabila pemerintah terpaksa melakukan karantina, sebaiknya yang dilakukan adalah karantina wilayah, bukan lockdown. Pasalnya dengan karantina wilayah, distribusi logistik seperti beras masih bisa berjalan.

"Sebaiknya karantina wilayah saja, karena distribusi beras masih bisa berjalan. Kalau lockdown, masyarakat tidak bisa kemana-mana dan di rumah saja," katanya kepada wartawan, Senin (30/3/2020).

Billy mengatakan karantina wilayah hanya membatasi pergerakan orang dari satu wilayah ke wilayah lainnya, dan tidak membatasi pergerakan distribusi barang.

"Jadi di perbatasan wilayah nantinya para supir truk yang membawa beras tinggal menunjukan kartu pas," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq