Hanya Butuh Waktu 10 Menit Dokter Helmy Eksekusi Istrinya

Den Helmi Sajangbati ยท Kamis, 23 November 2017 - 19:17 WIB
Hanya Butuh Waktu 10 Menit Dokter Helmy Eksekusi Istrinya

Tempat kejadian klinik Az Zahra beralamat di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur

JAKARTA,iNews.id – Direskrimun Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penembakan dengan tersangka dokter Ryan Helmi (41), pelaku penembak istrinya sendiri, dokter Letty Sultri (46) hingga tewas di klinik Azzahra Medical Center, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (23/11/2017).

Selain tersangka Helmi, rekonstruksi juga dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengetahui seluruh rangkaian kejadian yang dilakukan oleh Helmi sebelum dan sesudah membunuh istrinya.

Sejumlah kerabat dan teman dekat Letty yang turut menyaksikan rekonstruksi sempat geram dan melontarkan kata-kata kotor terhadap Helmi. Mereka kesal lantaran tersangka tega membunuh istrinya sendiri.

Sebanyak 22 adegan diperagakan tersangka. Diketahui, Helmi hanya membutuhkan waktu 10 menit saat mengeksekusi korban. Mulai tiba di tempat kerja korban, masuk ke ruangan kasir klinik, sempat adu mulut yang berakhir pelaku menembak korban sebanyak enam kali, hingga meninggalkan klinik.

“Ada saksi pegawai klinik berinisial F saat itu berada di bawah meja, dia mengaku melihat tersangka menembak korban,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendi F Kurniawan.

Usai menggelar rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi kembali menggelar rekonstruksi di Mapolda Metro Jaya sebanyak empat adegan. Pada adegan pertama di Mapolda, rekonstruksi dimulai saat Helmi masuk pintu masuk Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri pada 9 November.

Kemudian, rekonstruksi dilanjutkan di Kantin Polda sebagai representasi sebelum tersangka menghabisi nyawa korban. Dari reka ulang itu, diketahui Helmi sempat mengisi peluru senjata apinya sebelum berangkat ke tempat kerja dokter Letty.

“Senjata api lengkap dengan peluru disimpan dalam plastik putih. Ini masih kami dalami apakah ada unsur direncanakan,” kata Hendi.

Sementara Kuasa Hukum Helmi, Rihad Manulang mengatakan, tersangka nekat melakukan penembakan terhadap istrinya lantaran depresi berat. Helmi  memiliki riwayat gangguan jiwa sejak tahun 1999.

 “Dia juga rutin mengkonsumsi obat Algalax untuk menenangkan diri, makanya keterangan pelaku sering beruba-ubah,” jelasnya.

Sebelumnya seorang dokter bernama Letty Sulti tewas tertembak di tempat kerjanya di klinik Azzahra Medical Center, Cawang, Jakarta Timur, pada 9 November. Letty ditembak sebanyak enam kali oleh suaminya, dokter Ryan Helmi hingga tewas di tempat.

Usai menembak istrinya, Helmy sempat kabur dan akhirnya menyerahkan diri ke polisi. Saat menyerahkan diri, polisi menemukan dua senjata api yang digunakan Helmy untuk menghabisi istrinya.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto