Hati-Hati, Pengendara Sepeda Motor yang Melanggar Terpantau ETLE Bakal Ditindak

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 03 Februari 2020 - 13:35 WIB
Hati-Hati, Pengendara Sepeda Motor yang Melanggar Terpantau ETLE Bakal Ditindak

Kamera pemantau pada sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Jakarta. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai hari ini memberlakukan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau Tilang Elektronik untuk kendaraan roda dua. Dengang begitu, para pengemudi sepeda motor yang melanggar dan terekam kamera ETLE akan ditindak atau ditilang.

“Iya hari ini mulai melakukan penindakan (untuk sepeda motor yang melanggar),” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Kamera ETLE akan merekam berbagai pelanggaran lalu lintas yang terjadi di jalan raya Ibu Kota. Untuk para pengendara sepeda motor, bentuk pelanggaran antara lain bisa berupa penggunaan ponsel saat berkendara; tidak mengenakan helm saat berkendara; menerobos traffic light (lampu lalu lintas) saat menyala merah, dan; melanggar marka jalan.

Contoh pelanggaran marka jalan yang biasa dilakukan pengendara motor adalah berhenti melebihi atau di depan stop line. Stop line adalah garis batas hitam putih yang biasa terdapat di persimpangan jalan atau traffic light.

Dia menjelaskan, lokasi yang sudah diawasi kamera ETLE yakni di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, dan; jalur Transjakarta Koridor 6 Ragunan-Monas tepatnya di depan Kantor Imigrasi, Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Mekanisme penindakan tilang elektronik pada sepeda motor sama seperti dengan penindakan mobil. Kamera bakal mendeteksi pelanggar kemudian mengambil momen pelanggaran berikut pelat nomor polisi kendaraan sebagai barang bukti.

Setelah itu, polisi bakal mengirimkan surat tilang dan barang bukti kepada pelanggar sesuai dengan alamat yang tertera pada sistem berdasarkan nomor polisi dan STNK. Jika dalam kurun waktu 14 hari pelanggar tidak membayar denda, maka STNK bakal diblokir.

Denda tilang yang diterapkan kepada pelanggar bervariasi, tergantung pada pelanggaran yang dilakukan. Itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pelanggaran penggunaan helm dikenakan denda tilang Rp250.000. Sementara, pelanggaran marka jalan dikenakan denda Rp500.000 serta ancaman kurungan dua bulan. Lalu, pelanggaran penggunaan ponsel sambil berkendara diancam kurungan tiga bulan dengan denda Rp 750.000.

Mekanisme tilang elektronik masih hanya berlaku untuk sepeda motor dengan pelat nomor B yang mencakup Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan, dan Depok. Sementara, sepeda motor dengan pelat nomor selain B akan ditindak secara manual oleh polantas.


Editor : Ahmad Islamy Jamil