Ini 3 Kegiatan Strategis Daerah untuk Menekan Volume Sampah DKI

Diaz Abraham ยท Selasa, 12 November 2019 - 12:00 WIB
Ini 3 Kegiatan Strategis Daerah untuk Menekan Volume Sampah DKI

Truk sampah DKI mengangkut sampah ke TPST Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)

JAKARTA, iNews.idSampah menjadi masalah pelik di seluruh kota dunia, salah satunya Jakarta. Kota metropolitan satu ini telah bekerja nyata mengurangi volume sampah yang dihasilkan dengan meluncurkan tiga kegiatan strategis daerah (KSD), yakni pengurangan sampah dari sumbernya melalui program Samtama (Sampah Tanggung Jawab Bersama), optimalisasi TPST Bantargebang, dan pembangunan intermediate treatment facility (ITF).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Andono Warih menjelaskan, program Samtama telah dilaksanakan di 22 RW percontohan yang tersebar di enam wilayah kota dan kabupaten administrasi di DKI Jakarta. Nanti, program ini akan menyentuh seluruh wilayah Jakarta. Selain itu, pembentukan bank sampah dan pengembangan TPS 3R (recycle center) akan dikerjakan di tiap wilayah.

Penguatan peraturan daerah juga dilakukan dengan membuat serangkaian kampanye mencintai lingkungan hingga menyusun regulasi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Sementara, optimalisasi TPST Bantargebang bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kerja sama tersebut dilakukan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang saat ini telah beroperasi. Trobosan lain yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta yakni menambang sampah lama untuk dijadikan bahan bakar alternatif industri semen.

“Bahan bakar alternatif dari sampah ini setara dengan nilai kalor batubara muda. Langkah-langkah ini dapat memperpanjang masa manfaat TPST Bantargebang. Jika tanpa dilakukan langkah-langkah mitigasi ini, diperkirakan TPST Bantargebang akan penuh pada tahun 2022,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Langkah strategis mutakhir yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menangani sampah Ibu Kota adalah membangun fasilitas pengelola sampah dalam kota atau intermediate treatment facility (ITF) yang ditargetkan sebanyak empat unit. Bila pembangunan ITF ini rampung, maka Jakarta tidak lagi tergantung pada TPA di luar wilayah administrasinya.

“ITF pertama yaitu ITF Sunter dengan kapasitas 2.200 ton sampah per hari. ITF Sunter ditargetkan beroperasi tahun 2022. Nantinya, TPST Bantargebang hanya akan menampung residu pengolahan sampah di dalam kota,” katanya.

KSD menjadi solusi yang dirumuskan Gubernur Anies Baswedan atas permasalahan pengelolaaan sampah Ibu Kota. Andono berharap, bila program ini berjalan optimal, dapat turut mewujudkan wajah baru Jakarta.


Editor : Ahmad Islamy Jamil