Ini Alasan Stefanus Bunuh dan Bakar Calon Istrinya Usai Prewed

Miftahul Ghani ยท Minggu, 06 Mei 2018 - 07:45 WIB
Ini Alasan Stefanus Bunuh dan Bakar Calon Istrinya Usai Prewed

Gelar perkara kasus pembunuhan dengan tersangka Stefanus di Mapolsek Tambora, Sabtu (5/5/2018). (Foto: iNews/Miftahul Ghani)

JAKARTA, iNews.id – Polsek Tambora, Jakarta Barat, membongkar pembunuhan sadis terhadap Laura (41), warga Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat. Pelaku pembunuhan itu ternyata Stefanus (25), calon suaminya.

Stefanus, warga Pekojan, Tambira, ditangkap Sabtu (5/5/2018) pagi. Terkuaknya pembunuhan ini setelah polisi menginterogasi Aziz, warga yang melaporkan penemuan mayat Laura.

Stefanus mengaku menghabisi nyawa Laura. Dia juga membakar mayat calon istrinya itu dan membuang ke Pantai Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebelum pembunuhan terjadi, Stefanus mengaku mereka terlibat pertengkaran hebat.

”Sehari itu kami berantem terus. Dia (Laura) marah-marah. Dia juga mukul-mukul,” kata Stefanus di Mapolsek Tambora, Sabtu. Menurutnya, pertengkaran itu dipicu masalah biaya pernikahan. ”Namun tak hanya itu. Masalah-masalah yang lalu juga terus diungkit-ungkit,” katanya.

Pertengkaran terjadi di rumah Laura, Petojo Utara. Menurut Stefanus, puncak cekcok terjadi saat Laura mengambil pisau dan berusaha menikamnya. Stefanus yang terbakar emosi semakin kalap. Dia berhasil merebut pisau itu dan menikam Laura hingga tewas.

Khawatir aksinya terbongkar, dia berupaya menghilangkan jejak. Mayat Laura kemudian dibakarnya. Namun dia tak menjelaskan bagaimana dia membakar perempuan lulusan S2 Australia itu. ”Dibakar supaya tidak ketahuan.Kemudian dibuang,” ujarnya.

Kapolsek Tambora Kompol Iver Manossoh menjelaskan, antara pelaku dan korban sepasang kekasih. Mereka berencana menikah pada Agustus 2018. Keduanya bahkan telah melakukan prewedding sebelum pembunuhan itu terjadi.

Dia enjelaskan, motif pembunuhan yakni pelaku kesal karena calon istrinya selalu mengungkit-ungkit biaya pernikahan Rp150 juta. Biaya itu memang tidak disediakan oleh pelaku.

”Jadi pelaku merasa harga dirinya direndahkan karena pernikahan itu dibiayai oleh pihak perempuan. Karena marah, jengkel, dan merasa tidak dihargai, korban ditikam, ditusuk. Ada di dada, perut, dan punggung,” kata dia.

Manossoh menjelaskan, pembunuhan keji ini terbongkar setelah polisi menyelidiki penemuan mayat di Pantai Karang Serang. Polisi menduga mayat itu terkait dengan laporan penemuan mayat di Tambora yang dilaporkan Aziz, seorang warga, pada Jumat (4/5/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.

Berdasarkan penelusuran polisi, Aziz ternyata mengaku turut membantu membuat mayat itu dari Tambora ke Pantai Karang Serang. Dari keterangan Aziz terungkap nama Stefanus. ”Sabtu subuh, tersangka Stefanus kami tangkap,” kata Manossoh.

Editor : Himas Puspito Putra