Janji Jadi PNS Tak Kunjung Tiba, Puluhan Warga Tangerang Lapor Polisi

Aimarani · Kamis, 22 Maret 2018 - 18:25 WIB
Janji Jadi PNS Tak Kunjung Tiba, Puluhan Warga Tangerang Lapor Polisi

Puluhan warga menggeruduk Mapolresta Tangerang. (Foto: iNews)

TANGERANG,iNews.id – Hati-hati jika mendapat tawaran bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Apalagi kalau diminta membayar uang yang tidak sedikit. Bisa jadi, itu modus penimpuan.

Seperti terjadi di Tangerang, Kamis (22/3/2018). Puluhan warga mendatangi Mapolresta Tangerang untuk melaporkan dugaan penipuan calon PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Warga yang didampingi kuasa hukum melaporkan seorang pegawai Pemkab Tangerang berinisial RF. Puluhan warga tersebut merasa tertipu dijanjikan bisa bekerja sebagai PNS dengan dimintai sejumlah uang yang bervariasi mulai Rp15 juta hingga Rp55 juta.

“Kami meminta pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini. Karena korban kurang lebih 20 orang dan masih ada korban-korban lainnya,” kata Kuasa Hukum Sumondang Simangunsong di Mapolresta Tangerang, Kamis (22/3/2018).

Menurut dia, modus kasus dugaan penipuan ini bermula saat puluhan korban dijanjikan bekerja sebagai pegawai honorer di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Tangerang. Untuk dapat masuk kerja, RF meminta sejumlah uang dari korban sebagai uang administrasi, besarannya bervariasi mulai dari Rp15 juta hingga Rp55 juta.

“Korban juga diminta datang ke kantor Dispenda untuk meyakinkan kepada korban bahwa RF tercatat sebagai PNS. Atribut yang dipakai juga PNS,” ujar dia.

Para korban mengaku terpaksa melapor kepada polisi karena pelaku tidak bertanggung jawab. Bahkan, RF sudah tak dapat dihubungi dan keberadaannya kini tak terlacak.

“Saya sudah mengeluarkan administrasi ke negara sekitar Rp15 juta. Uang itu dijelaskan untuk administrasi ke negara,” kata salah satu korban Ayu Megawati.

Menurut dia, setelah melakukan pembayaran itu, dirinya diberikan seragam pegawai Dispenda Kabupaten Tangerang. Ayu juga mengaku sudah bekerja selama dua bulan.

“Kami semua sudah memakai seragam dinas, tetapi hanya melakukan absensi, katanya ini dari dinas kepegawaian,” ucap Ayu.

Karena tak kunjung mendapat kejelasan status kepegawaian, puluhan warga tersebut melapor ke Mapolres Tangerang. Laporan diterima polisi dengan Nomor LP/107/K/III/2017 tertanggal 22 Maret.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto