Kasus Pedagang Cilok Bunuh Pemandu Lagu, Polisi Sebut Pelaku di Bawah Pengaruh Obat Kuat

Antara ยท Sabtu, 18 Januari 2020 - 05:29 WIB
Kasus Pedagang Cilok Bunuh Pemandu Lagu, Polisi Sebut Pelaku di Bawah Pengaruh Obat Kuat

Polisi membeberkan kronologi kasus pembunuhan pemandu lagu di salah satu vila, kawasan Puncak, Megamendung Kabupaten Bogor. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Polisi membeberkan kronologi kasus pembunuhan pemandu lagu di salah satu vila, kawasan Puncak, Megamendung Kabupaten Bogor. Tersangka diketahui pedagang cilok berinisial RA alias B (39).

Kapolres Bogor, AKBP Muhammad Joni mengatakan, peristiwa pembunuhan berawal saat B dan kedua temannya yang berasal dari Sumedang menggelar pesta seks. Mereka menyewa 3 pemandu lagu di lokasi pada 30 Desember 2019.

Setelah pesta seks malam hari, kedua teman tersangka dan dua pemandu lagu pulang terlebih dahulu. Sementara, tersangka B dengan RF belakangan.

"Ditangkap oleh tim gabungan Polres Bogor dan Polsek Megamendung dalam waktu kurang dari 3 hari," ujar Joni saat ekspos kasus tindak pidana pembunuhan di Mako Polres Bogor, Cibinong Kabupaten Bogor, Jumat (17/1/2020).

Dia menuturkan, saat itu B dalam pengaruh obat kuat, sehingga belum menemukan puncak meskipun sudah berhubungan badan hingga malam hari.

"Ketika subuh, B membangunkan RF dan mengajak berhubungan badan lagi. Tapi, RF menggerutu sehingga B tersinggung mencekik leher korban sampai tidak sadarkan diri," ucapnya.

BACA JUGA:

Polisi Tangkap Pedagang Cilok Pembunuh Pemandu Lagu di Kawasan Puncak

Tindak Lanjuti Keluhan Masyarakat, Satpol PP Cempaka Putih Copot Ratusan Atribut PDIP

Menurutnya, tersangka tidak menyangka korban tewas setelah dicekik. Awalnya, tersangka mengira korban hanya pingsan.

"Kemudian pelaku meninggalkan korban dengan menutupinya menggunakan selimut dan handuk, lalu pelaku bergegas pergi meninggalkan vila menggunakan angkot," katanya.

Pagi hari, jasad RF ditemukan oleh penjaga vila dalam kondisi tidak sadarkan diri. RF dipastikan tewas setelah diperiksa tim dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi.

Selang 2 hari kejadian, atau 1 Januari 2020 tim gabungan membekuk tersangka B yang terancam dijerat Pasal 351 Ayat 3 Jo Pasal 338 KUHP, di Pasar Rancaekek Bandung ketika sedang mencukur rambut.


Editor : Kurnia Illahi