KJP Plus Bakal Dicabut Jika Orang Tua Pemegang Kartu Terbukti Punya Mobil

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 12:11 WIB
KJP Plus Bakal Dicabut Jika Orang Tua Pemegang Kartu Terbukti Punya Mobil

Ilustrasi mobil. (Foto: iNews.id/Dok.)

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan berencana mencabut fasilitas Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus milik siswa yang orang tuanya terbukti memiliki mobil. Pasalnya, pemilik kendaraan roda empat dikategorikan sebagai keluarga mampu yang tidak berhak menerima KJP Plus.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syaifulloh Hidayat mengatakan, syarat keluarga yang berhak menerima KJP Plus adalah mereka yang kurang mampu dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu dari sekolah maupun Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“(Kalau masalah kepemilikan kendaraan), seingat saya, kalau motor masih dimaklumi. Kalau mobil, sementara masih dikategorikan dalam kelompok mampu,” ujar Syaifulloh saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Dia mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi siswa siswi penerima KJP Plus yang orang tuanya memiliki mobil. Setelah itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta meminta tiap sekolah untuk mengklarifikasi dan memverifikasi kepemilikan kendaraan tersebut.

Oleh karenanya, Syaifulloh akan memastikan untuk mencopot penerima KJP yang memang punya mobil karena berasal dari keluarga mampu. “Yang dicopot adalah yang terindikasi mampu. Banyak indikatornya yang terindikasi mampu itu apa. Ada persyaratan-persyaratan mengenai tingkat ketidakmampuannya tidak terpenuhi, maka itu diklarifikasi dan dijelaskan bahwa Anda sebenarnya tidak layak, kemudian dicopot,” ujarnya.

Syaifulloh membeberkan, dalam beberapa kasus yang diverifikasi, pihaknya menemukan banyak orang tua siswa penerima KJP Plus terdaftar memiliki mobil. Namun, setelah diteliti lebih lanjut, kendaraan roda empat itu ternyata bukan milik mereka.

Untuk itu, Syaifulloh memberi kesempatan orang tua siswa itu memblokir kendaraan mobil yang nyatanya bukan milik mereka. Dengan itu, KJP Plus milik anaknya tidak akan dicabut. “Jangan sampai nanti ternyata memang kurang mampu, kemudian kami blokir (KJP Plus-nya),” kata Syaifulloh.

Editor : Ahmad Islamy Jamil