Korban Perampokan di Ciracas: Suara Salah Satu Pelaku Saya Kenal, Sering Beli ke Warung

Okto Rizki Alpino ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 10:04 WIB
Korban Perampokan di Ciracas: Suara Salah Satu Pelaku Saya Kenal, Sering Beli ke Warung

Polsek Ciracas, Jakarta Timur memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) perampokan di Ciracas, Jakarta Timur. (Foto: Antara/ Dok. Polsek Ciracas).

JAKARTA, iNews.id - Haryanti, korban perampokan mengaku mengenali suara salah satu pelaku. Perampokan terjadi di rumah yang merupakan warung agen di Jalan Pule Nomor 14 RT 08/04, Ciracas, Jakarta Timur pada Selasa, 4 Agustus 2020 malam.

Haryanti mengatakan, mengenali salah satu suara perampok itu karena sempat berteriak sambil menodongkan senjata api ke arah anaknya. Suara tersebut, menurut dia, seperti tidak asing.

Namun, Haryanti tidak bisa mengenali pelaku karena tidak melihat wajahnya secara pasti. "Saya kenal suaranya sering beli ke warung, tapi mukanya enggak kelihatan karena memakai penutup wajah dan topi," ujarnya Selasa.

Selain mengenali suara salah satu pelaku, Haryanti juga menduga pelaku yang berjumlah enam orang itu sudah mengetahui kondisi rumah. Hal itu terlihat dari kawanan perampok yang membawa kabel tis.

"Saya melihat sendiri mereka membawa kabel tis sangat banyak, mungkin mereka sudah mengetahui kalau di sini orangnya banyak," ujarnya.

Haryanti menduga menduga aksi kawanan perampok itu dilakukan kelompok profesional karena seperti telah direncanakan. Dugaan itu terlihat saat para perampok beraksi seperti tidak menemui kesulitan berarti.

"Empat orang langsung mendobrak pintu pakai kaki, masuk ke kamar langsung menodongkan pistol. 2 orang lagi menjaga di luar, 1 orang seperti mengawasi keadaan menggunakan sepeda motor, 1 orang lagi menunggu di dalam mobil," tuturnya.

Saat aksi perampokan berlangsung, tak ada seseorang maupun tetangga yang mengetahui. Haryanti yang merupakan pemilik warung agen tersebut memilik empat pegawai, namun para pegawai saat itu tengah berada di belakang rumah.

Setelah para perampok masuk, mereka langsung menyekap enam anak Haryanti termasuk dirinya. Kebetulan, saat itu sang suami sedang dalam perjalanan menuju rumah setelah pulang kampung.

"Suami masih dalam perjalanan dari kampung, di rumah saya ada 6 anak dan 4 pegawai. Pegawai saya tidur di belakang enggak dengar suara ribut-ribut di depan," ujarnya.

Para pelaku berhasil membawa harta benda berupa uang Rp170 juta, 70 gram emas dan 3 buah handphone dan puluhan bungkus rokok dari warung. Setelah mendapatkan barang rampasannya, keempat perampok menyuruh Haryanti dan enam anaknya tidak berteriak sebelum mereka melarikan diri.

"Dagangan yang dibawa cuma rokok, sisanya uang Rp170 juta sama emas kira-kira 70 gram," ucapnya.

Editor : Djibril Muhammad