Mengharukan, Bayi Ini Diselamatkan saat Terkepung Banjir Berjam-jam di Jatinegara

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 02 Januari 2020 - 19:30 WIB
Mengharukan, Bayi Ini Diselamatkan saat Terkepung Banjir Berjam-jam di Jatinegara

Tim SAR dari Dompet Dhuafa mengevakuasi bayi Zafran di Jatinegara, Cawang, Jakarta Timur yang terkepung banjir, Kamis (2/1/2019) dini hari tadi. (Foto: istimewa).

JAKARTA, iNews.id – Ribuan warga menjadi korban banjir yang melanda DKI Jakarta, Rabu (1/1/2020) pagi hingga siang ini. Meski sejumlah daerah air mulai surut, namun banjir belum sepenuhnya hilang.

Di antara ribuan warga terdampak, salah satunya bayi berusia enam bulan. Dia berhasil diselamatkan tim relawan dari rumahnya yang telah dikepung air pada dini hari tadi.

Penyelamatan bayi bernama Zafran berlangsung tak mudah. Tim relawan dari SAR Dompet Dhuafa harus menerjang banjir yang sudah setinggi leher orang dewasa. Celakanya, arus air cukup deras. Penyelamatan juga berlangsung di tengah gelap-gulita karena listrik dipadamkan.

Direktur DMC Dompet Dhuafa, Benny, mengisahkan, upaya evakuasi itu terjadi pada Kamis (2/1/2020) pukul 02.00 WIB. Mereka menerima laporan permintaan tolong adanya empat orang dewasa dan seorang balita yang terjebak di sebuah rumah, RT 8 RW 8 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cawang.

Mendapatkan laporan tersebut, tim dikirimkan ke lokasi. Tim yang diterjunkan terdiri atas tiga orang. Dua orang bertindak sebagai tim evakuasi, satu lagi membawa perahu karet.

Di lokasi, banjir telah mengepung Kelurahan Cawang. Di area itu kondisi juga gelap-gulita karena listrik dimatikan. Sebagian warga telah mengungsi. Persoalan lain, rumah warga yang terjebak banjir berada di gang sempit.

"Dengan kondisi tersebut tidak memungkinkan tim memasuki lokasi dengan perahu karet. Tim kemudian terjun ke air, memasang tali sebagai pemandu, kemudian menuju lokasi,” tutur Beny.

Sesampai di rumah warga yang dituju, tim kemudian mengevakuasi satu per satu anggota keluarga. Dimulai dari ibu dari balita tersebut, Fika, kemudian neneknya.

Setelah itu tim mengevakuasi. Sang bayi diletakkan di ember plastik yang biasa digunakan tempat mandi. Di bawah rintik hujan dan gelap malam, bayi Zafran diapungkan menuju perahu karet yang menunggu di mulut gang.

Tangis bayi pecah ketika dibawa melintasi banjir. Suaranya meraung keras. Tim evakuasi terus meniti tali. Sementara bapak sang bayi ikut terjun ke air banjir dan mengawal dari belakang.

”Tarik..tarik,” kata anggota tim yang berada di perahu karet. Perlahan, bayi itu akhirnya sampai di perahu karet. Jabang bayi itu lantas diulurkan ke Fika yang telah menunggu.

BACA JUGA: BMKG: Hujan Lebat di Jabodetabek Berpotensi Terjadi hingga Sepekan ke Depan

Luar biasa. Seperti tahu telah berada dalam dekapan ibu, tangis bayi langsung berhenti. Dia pun mulai mengatupkan mata dan pulas kembali. Fika membetulkan letak selimut dan mengusap air yang membasahi muka putranya itu.

Untuk mencegah didera hujan, tim evakuasi kemudian memberikan payung untuk melindungi ibu dan bayi itu. Mereka kemudian dibawa menuju pos pengungsian.

“Keluarga tersebut bersama warga lain telah berada di tempat aman,” kata Beny. Dia menuturkan, selan di Jakarta, tim SAR Dompet Dhuafa juga membantu korban banjir di Tangerang dan Bekasi.


Editor : Zen Teguh