Miris, Pemuda 19 Tahun Kendalikan Prostitusi di Jayanti Tangerang

Hasan Kurniawan · Sabtu, 18 September 2021 - 09:14:00 WIB
Miris, Pemuda 19 Tahun Kendalikan Prostitusi di Jayanti Tangerang
Ilustrasi Penyegelan Tempat Prostitusi. (Foto: Ist)

TANGERANG, iNews.id - Jaringan sindikat prostitusi online melalui aplikasi Michat, di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, terungkap. Pelakunya seorang remaja berinisial DR (19). 

Dalam aksinya, DR berperan sebagai orang yang menawarkan gadis-gadis cantik sebagai PSK melalui aplikasi Michat. Dia dibantu DD (50) yang berperan sebagai mucikari yang menyediakan tempat atau kamar. 

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, kasus prostitusi online ini diungkap oleh petugas Unit Reskrim Polsek Cisoka. Berawal dari informasi dijadikannya rumah sebagai tempat prostitusi. 

"Awalnya petugas mendapatkan informasi, bahwa salah satu rumah di Desa Sumur Bandung, kerap dijadikan lokasi prostitusi. Kemudian Polsek Cisoka melakukan penyelidikan," katanya, kepada wartawan, Sabtu (18/9/2021). 

Dari hasil penyelidikan itu petugas lalu melakukan penindakan dengan melakukan penggerebekan ke rumah tersebut, pada Selasa 31 Agustus 2021, tengah malam. Ternyata benar kecurigaan petugas. 

"Dari penggerebekan itu, polisi mendapati 2 orang perempuan berinisial SM (20) dan SL (19). Kedua perempuan tersebut diduga merupakan perempuan yang ditawarkan tersangka DR ke lelaki hidung belang," tuturnya. 

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Dari keterangan para tersangka dan saksi-saksi, diketahui modus operandi prostitusi itu menggunakan aplikasi Michat. Tersangka DR menawarkan perempuan itu lewat aplikasi Michat. 

"Ketika harga sudah disepakati, DR pula yang menjemput perempuan untuk dibawa ke rumah tersangka DS yang dijadikan lokasi prostitusi. Sekali transaksi seksual, mulai Rp250.000 hingga Rp500.000," katanya.

Dari setiap transaksi itu, tersangka DR mendapatkan pesanan Rp30.000, dan DD mendapatkan Rp70.000. Selain kamar, tersangka DD juga yang menyiapkan alat kontrasepsi kepada para pria hidung belang yang kencan. 

"Para tersangka dijerat dengan Pasal 296 KUHP dan 506 KUHP atau Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: