Ngaku Anggota Buser Polri, Pria Ini Setubuhi ABG di Koja

Irfan Ma'ruf ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 04:04 WIB
Ngaku Anggota Buser Polri, Pria Ini Setubuhi ABG di Koja

Anggota Polsek Koja Jakarta Utara menangkap anggota polisi gadungan yang menyetubuhi anak di bawah umur, Sabtu (27/6/2020). (Foto: ilustrasi/ist).

JAKARTA, iNews.id – Petugas Polsek Koja Jakarta Utara menangkap Hendra Suari, pria yang mengaku anggota tim Buru Sergap (Buser) Polri, atas kasus persetubuhan anak di bawah umur. Dalam penyidikan, polisi gadungan itu juga diketahui memiliki senjata airsoft gun ilegal.

Kasus ini terungkap berkat laporan VMR, 14 tahun. Dia merupakan korban Hendra. Atas intimidasi yang dilakukan tersangka, VMR membuat laporan polisi ke Polsek Koja.

Kapolsek Koja Kompol Cahyo menuturkan, Hendra mengenal VMR melalui layanan aplikasi pesan singkat. Lewat percakapan itu, mereka bertransaksi. Hendra menjanjikan imbalan Rp300.000.

Setelah mereka bertemu dan berkenalan di tempat kost VMR, Hendra mengeluarkan airsoft gun dan mengaku dirinya anggota Buser.

“Tidak dijelaskan anggota Buser mana, hanya mengaku sebagai anggota Buser dan punya kewenangan menangkap orang. Dengan ancaman itu tersangka lantas menyetubuhi korban yang ketakutan,” kata Cahyo, Sabtu (27/6/2020).

Setelah melampiaskan nafsunya, Hendra tak mau membayar. Dia kembali mengancam VMR bakal membawanya ke kantor. Di situ tak disebutkan pula kantor yang dimaksud.

VMR yang ketakutan merasa Hendra benar-benar anggota polisi. Apalagi saat itu dia menunjukkan airsoft gun yang sepintas seperti senjata api sungguhan. Tidak hanya itu, Hendra juga mengintimidasi VMR dengan menyebut dirinya sebagai wartawan dengan menunjukkan kartu pers.

Atas laporan itu, polisi bergerak menangkap pelaku. Dia kini ditahan di Mapolsek Koja. Polisi memastikan kepemilikan airsoft gun tersebut ilegal.

“Atas perbuatannya, tersangka kami kenakan UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” kata Cahyo.

Polisi sedang mendalami kasus ini. Kuat dugaan aksi tersangka tidak hanya sekali. Polisi juga menelusuri tanda pengenal dan atribut lain mirip milik Polri yang digunakan untuk menakut-takuti korban.

“Kalau soal kendaraan yang menyerupai milik anggota (Polri) itu kita lihat STNK asli ada, tapi BPKB ngakunya masih di leasing. Berdasarkan pemeriksaan nyatanya dia ini pekerjaan aslinya mekanik. Pelaku sudah berkeluarga,” ucapnya.

Sementara itu Hendra mengaku mendapat ID card wartawan dari pimpinannya di Cirebon. Adapun tindakan asusila diakuinya baru sekali.

“Saya tidak ngincar di bawah umur, kebetulan saja karena kenal lewat aplikasi,” ucapnya.

Editor : Zen Teguh