Normalisasi Banjir Kanal Barat, Puluhan Bangunan Liar Dirobohkan

ยท Senin, 13 November 2017 - 18:53 WIB
Normalisasi Banjir Kanal Barat, Puluhan Bangunan Liar Dirobohkan

Satpol PP DKI Jakarta (Foto : Okezone)

JAKARTA,iNews.id – Kondisi sungai banjir kanal barat (BKB) semakin parah. Sungai semakin menyempit, dan sedimentasi tinggi. Jika hujan sebentar saja, sungai meluap karena tak mampu menampung debit air yang semakin tinggi. Kondisi tersebut diperparah oleh semakin banyaknya bangunan liar di kanan-kiri sungai. Bahkan, tidak sedikit yang sudah dibangun permanen.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Yani Wahyu mengaku, pihaknya sudah memulai melakukan penataan di kawasan tersebut.  

“Hari ini (13/11/2017) sudah, Alhamdulillah alat berat sudah masuk. Setelah bangunan liar beres, sudah bisa pengerukan,” ujar Yani di balaikota.

Yani mengakui, normalisasi BKB memang agak telat dan tidak rutin. Hal itu dikarenakan, cepatnya bangunan liar yang berdiri, khususnya di kawasan sepanjang perlintasan rel KRL Tangerang hingga Roxy.

Namun, lanjut dia, pihaknya selalu melakukan sosialisasi kepada warga setempat agar tidak mendirikan bangunan di atas badan sungai.

Bangunan itu, kata dia, bukan hanya Pedagang Kaki Lima (PKL), tetapi juga bilik-bilik menyerupai kamar yang biasa digunakan untuk prostitusi.

“Kita tegaskan, itu bukan hanya PKL, tetapi tempat remang-remang yang biasa beroperasi malam hari,” kata dia.

Menurut dia, sebelum jatuh tempo pembongkaran, pihaknya telah mengirimkan surat peringatan (SP) hingga tiga kali kepada pemilik bangunan liar. Namun, karena peringatan tersebut tidak digubris oleh pemilik bangunan, maka pembongkaran paksa langsung dilakukan dan tidak ada tendensi apapun.

“Banyak dari mereka yang sudah membongkar bangunannya sendiri, tetapi yang bandel hari ini sudah kita gusur paksa,” tambah dia.

Pemprov berencana mengeruk sendimen BKB untuk mencegah luapan air ketika hujan turun. Progres pertama dilakukan sepanjang empat kilo meter dari persimpangan lintasan rel KRL Tangerang hingga kawasan Roxy.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto