Pelaku Memberi Imbalan Rp2.000 Usai Mencabuli Tiga Siswinya

Rio Manik ยท Selasa, 28 November 2017 - 16:22 WIB
Pelaku Memberi Imbalan Rp2.000 Usai Mencabuli Tiga Siswinya

Pelaku YM ditangkap digelandang ke Mapolresta Jakarta Timur, Selasa (28/11/2017).

JAKARTA,iNews.id – Polisi akhirnya menangkap YM (40), oknum guru olahraga salah satu SD di kawasan Ciracas, Jakarta Timur yang diduga mencabuli tiga siswinya. Penangkapan ini usai polisi melakukan negosiasi dengan pihak sekolah.

Sebelumnya, pihak sekolah enggan menyerahkan YM ke polisi lantaran sekolah menilai perilaku tersangka baik selama mengajar. Namun, setelah menggelar mediasi yang didampingi polisi dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), akhirnya sekolah legowo menyerahkan tersangka YM.

“Dari hasil rapat tertutup yang dilakukan pagi tadi, akhirnya kita sepakat menyerahkan sepenuhnya kepada polisi melalui jalur hukum,” terang Kepala Sekolah Porwanto.

Sementara pihak sekolah juga berjanji akan selalu melakukan pendampingan terhadap ketiga korban. Yakni, siswa kelas enam berinisial ND (12) serta dua siswa kelas lima NL (11) dan AN (10).

“Kami janji akan memberikan bimbingan konseling untuk menghilangkan rasa trauma. Sehingga para siswa bisa kembali mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa,” terangnya.

Porwanto berharap kasus serupa tidak kembali terjadi. Khususnya di lingkungan sekolah yang dia pimpin.

Dihadapan polisi, YM mengaku nekat mencabuli anak didiknya lantaran tidak bisa menahan hawa nafsu ketika kegiatan belajar mengajar (KMB). Usai pulang sekolah, korban dicabuli di ruang unit kesehatan sekolah (UKS) dengan diiming-imingi uang dua ribu rupiah dan sepotong cokelat

“Atas perbuatannya, pelaku dikenai Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman di atas lima tahun,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Andri Wibowo.

Salah satu orang tua korban Jumaidi mengaku baru mengetahui aksi bejat oknum guru itu setelah mendapat laporan dari anaknya setahun kemudian.

“Katanya (anak Jumaidi) sudah satu tahun ini, sudah lima kali, tetapi mereka takut mau cerita ke kita. Katanya diancam gurunya,” ujar Jumadi.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto