Pembatasan Jam Operasional Truk di Tol Memicu Kemacetan di Bekasi

Rachmat Hidayat · Rabu, 01 November 2017 - 11:08 WIB
Pembatasan Jam Operasional Truk di Tol Memicu Kemacetan di Bekasi

Truk-truk bermuatan berat melintas di ruas jalan alteri dalam Kota Bekasi, Rabu (1/11/2017). Hal ini merupakan dampak dari kebijakan pembatasan jam operasinal di tol Jakarta - Cikampek.

BEKASI, Inews.id – Kemacetan di Kota Bekasi semakin parah. Penyebab utama tentu tingginya volume  kendaraan tidak sebanding dengan jumlah ruas jalan. Namun, kondisi ini diperparah dengan imbas  kebijakan Kementerian Perhubungan tentang pembatasan jam operasional bagi kendaraan bermuatan berat di ruas tol Jakarta – Cikampek. Truk yang dilarang melintas di tol jutru masuk ke Kota Bekasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi  Yayan Yuliana mengakui, titik kemacetan di Bekasi semakin bertambah. Faktor utamanya beban jalan tidak sebanding dengan volume kendaraan. Ditambah, kebijakan kendaraan berat masuk tol Jakarta-Cikampek.

“Ada tambahan volume kendaraan dari kebijakan tersebut yang berdampak pada jalur alteri. Mereka pasti mencari jalan lain,” ungkap Yayan di Bekasi, Rabu (1/11/2017).   

Truk-truk yang tidak dapat masuk tol pada jam yang sudah ditentukan, yakni pukul 06.00-09.00 nekat beroperasi dengan mecari jalur alternative di dalam Kota Bekasi. Misalnya, masuk dari kawasan Jati Waringin dan Bintara.

“ Kemacetan di jalan alteri terutama di Jalan Kyai Haji Nur Ali, Jalan Kalimalang, Jalan Juanda, dan Bulak Lapak,” terang Yayan.

Padahal ,lanjut dia, di Bekasi sendiri sudah ada 25 titik kemacetan. Misalnya, Simpang Harapan Indah, Simpang Lima, Simpang Alexindo, Simpang Pondok Ungu, Cikuni, Simpang Kampung Dua, Simpang Sumir Pondokgede, Jalan Mawar, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Boulevar Galaksi, Jalan Tabrani, dan Jalan Rawa Lumbu. Adanya pembatasan jam operasional truk tersebut, kini titik kemacetan bertambah, khususnya pada jam sibuk. “Lebar jalan di Kota Bekasi belum menampung volume kendaraan. Sebab, ukuran lebar jalan rata-rata 4 sampai 16 meter saja,” katanya.

Meski begitu, Yayan mengaku tetap mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat ini. Jajarannya bersama Polres Metro Kota Bekasi terus mencari solusi untuk meminimalisir kemacetan. Antara lain, melakukan rekayasan lalu lintas di jalur alteri dan pintu keluar tol. “Tetapi solusi yang paling efektif sebenarnya menambah pembangunan jalan baru,” tandasnya.


Editor : Zen Teguh