Pemkot: 110.000 Penumpang KRL Berangkat dari Stasiun Bogor

Antara ยท Rabu, 15 April 2020 - 11:20:00 WIB
Pemkot: 110.000 Penumpang KRL Berangkat dari Stasiun Bogor
Petugas dilengkapi alat Thermometer Digital Infrared Noncontact memeriksa satu per satu tubuh calon penumpang KRL Commuter Line di pintu masuk Stasiun Bogor. (Foto: SINDOnews/Haryudi)

BOGOR, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyebut moda transportasi kereta listrik (KRL) masih dipadati penumpang di tengah kondisi wabah corona. Tercatat ada 110.000 penumpang per hari yang berangkat dari Stasiun Bogor.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim usai meninjau penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hari pertama, Rabu (15/4/2020) di Stasiun Bogor. Peninjauan dilakukan bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

"Biasanya ada 280.000 penumpang, kemarin tercatat 110.000 penumpang KRL," ujar Dedie.

Sebelumnya Dedie bersama Pemkot Depok, Pemkot Bekasi, Pemkab Bogor, dan Pemkab Bekasi mengusulkan penghentian total operasional KRL selama 14 hari. Dedie khawatir penerapan PSBB tak optimal dalam mencegah penyebaran corona jika KRL masih beroperasi.

"Pak Gubernur Jawa Barat sudah mengeluarkan uang ratusan miliar, Pemkot Bogor juga. Presiden Jokowi ratusan triliun, jangan sampai nanti sia-sia," katanya.

Jika penghentian total belum bisa dilakukan, Dedie berharap usulan lima kepala daerah tersebut menjadi perhatian PT Kereta Cepat Indonesia (KCI) selaku operator KRL dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dia berharap paling tidak ada langkah lebih ketat agar dilakukan physical distancing.

"Kalau PSBB tidak tercapai nanti diulang lagi, keuangan negara saya pikir tidak sekuat itu," katanya.

Editor : Rizal Bomantama