Pemprov DKI Harus Rogoh Kocek Rp345 M untuk Jadi Tuan Rumah Formula E

Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 06:45 WIB
Pemprov DKI Harus Rogoh Kocek Rp345 M untuk Jadi Tuan Rumah Formula E

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mesti menyetor biaya 24,1 juta dolar AS kepada Federasi Otomotif Internasional (FIA) untuk menjadi tuan rumah Formula E pada 2020. Jika dikonversikan, besaran biaya tersebut setara dengan Rp345 miliar.

“Saya beri daftarnya ya. Untuk Formula E biaya penyelenggaraannya 24,1 juta dolar, dolar Amerika ya. Untuk Moto GP biaya penyelenggaraannya 7-9 juta dolar; F1 29,4 juta dolar, Piala Dunia 11.600 juta dolar,” ungkap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Kendati acara itu menyedot biaya yang fantastis, Anies mengklaim penyelenggaraan Formula E akan menghasilkan pergerakan perekonomian yang dalam proyeksi konservatif nilainya mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

“Jadi, kita keluarkan biaya tapi akan dapat Rp1,2 triliun. Itu baru prediksi konservatif. Apalagi, kalau asumsi penonton, akan sangat konservatif sekali. Jadi, insya Allah (pendapatan) bisa lebih besar lagi,” ucap mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu.

Pada petang kemarin, DPRD DKI Jakarta telah menyetujui anggaran terkait dengan penyelenggaraan Formula E yang akan digelar pada 2020 mendatang sebesar Rp360 miliar. Anggaran tersebut diajukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, disetujui dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) untuk rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019.

BACA JUGA: Anies Mengaku Sudah Bertemu Jokowi Bahas Persiapan Jakarta Tuan Rumah Formula E

“Baik Formula E berarti Rp360 miliar adanya di Dispora. Karena tadi salah ngitung mata uang (dolar AS) jadinya poundsterling. Jadi total Rp360 miliar,” ucap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana, dalam rapat KUPA-PPAS 2019 di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Formula E adalah turnamen balapan terpopuler kedua sesudah Formula 1. Bedanya dengan Formula 1, Formula E sudah menggunakan mesin bertenaga listrik sehingga bebas emisi. Menurut rencana, “aksi kebut-kebutan” itu bakal diadakan di jalan raya yang diubah menjadi sirkuit sementara.

Berbagai persiapan pun segera dilakukan, termasuk menyiapkan lintasan pada ajang balap Formula E. Ada dua jalur yang telah diusulkan Pemprov DKI dan telah diterima FIA selaku pihak promotor seusai melalukan survei di Jakarta pada 8 Juli lalu.

Rute pertama yang akan dijadikan trek Formula E dimulai dari: Silang Monas Tenggara - MI Ridwan Rais- Tugu Tani - MI Ridwan Rais - Merdeka Selatan - Wisma Antara - Kedubes AS- Silang Monas Tenggara.

Sementara rute kedua, yakni Silang Monas Selatan (sebagai pit stop) - Jalan Medan Merdeka Selatan - belakang Stasiun Gambir - Jalan MI Ridwan Rais - belok kanan ke Jalan Medan Merdeka Selatan - Bundaran Air Mancur - Silang Monas Selatan.


Editor : Ahmad Islamy Jamil