Pemprov DKI: Sekitar 20 Juta Kendaraan Cemari Udara Jakarta Setiap Hari

Antara ยท Sabtu, 13 Juli 2019 - 05:15 WIB
Pemprov DKI: Sekitar 20 Juta Kendaraan Cemari Udara Jakarta Setiap Hari

Ilustrasi masifnya kendaraan yang melintas di jalanan Jakarta. (Foto: iNews.id/Dok.)

JAKARTA, iNews.id – Puluhan juta kendaraan disebut-sebut menjadi salah satu biang pencemaran udara di Jakarta. Data yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menyebutkan, total ada sekitar 20 juta kendaraan yang melintasi jalanan di Ibu Kota setiap hari, sehingga memengaruhi kualitas udara di wilayah metropolitan itu.

“Jadi, seiring dengan kegiatan ekonomi yang bergerak di DKI, menimbulkan pergerakan masyarakat, baik orang maupun barang, sehingga menimbulkan dampak terhadap kualitas udara dari kendaraan bermotor,” ungkap Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Dinas LH DKI, Agung Pujo Winarno, di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Dia menuturkan, berdasarkan hasil kajian, 75 persen sumber pencemaran di DKI Jakarta berasal dari transportasi darat. Ada sebanyak 3,5 juta kendaraan pribadi roda empat yang melintas di Ibu Kota setiap hari. Sementara, kendaraan khusus lain yang berlalu lalang di Jakarta sebanyak 4,7 juta kendaraan. Adapun jumlah kendaraan roda dua atau sepeda motor yang melintas di Jakarta, berdasarkan data BPS, mencapai 13,3 juta unit per hari.

Padahal jumlah warga DKI Jakarta itu sekitar 10 juta. Itu artinya, kata Agung, satu warga di DKI Jakarta bisa memiliki lebih dari satu kendaraan roda dua. Asumsi lainnya, jumlah itu juga mencakup kendaraan yang keluar masuk dari daerah sekitar Jakarta seperti Tangerang, Bogor, Depok, dan Bekasi.

BACA JUGA:

Polusi Udara Jakarta Disebut Terburuk di Dunia, Begini Reaksi Anies

Tahun Depan, Pemprov DKI Wajibkan Kendaraan Pribadi Uji Emisi

Agung juga menyebutkan, pencemaran udara lain di Ibu Kota juga berasal dari sumber tidak bergerak, mulai dari kegiatan industri, kegiatan domestik atau rumah tangga, dan juga pembangkit listrik. Selain itu, pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung juga turut menyumbang pencemaran udara di Jakarta.


Editor : Ahmad Islamy Jamil