Pemprov DKI Uji Lab Gundukan Tanah Terkontaminasi Limbah di Marunda

Wildan Catra Mulia ยท Sabtu, 12 Januari 2019 - 17:47 WIB
Pemprov DKI Uji Lab Gundukan Tanah Terkontaminasi Limbah di Marunda

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta memindahkan gundukan tanah diduga limbah berbahaya di lingkungan Rusun Marunda (Foto: IST)

JAKARTA, iNews.id - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta memindahkan gundukan tanah diduga limbah berbahaya di lingkungan Rumah Susun (Rusun) Marunda Blok B, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (12/1/2019). Gundukan tanah berwarna kemerah-merahan itu sudah ada di lokasi sekitar dua pekan terakhir.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penataan Hukum Dinas LH DKI Mudarisin mengatakan, pemindahan dilakukan berdasar pemintaan warga.

"Kita pindahkan barang bukti yang berupa tanah diduga spent bleaching earth (SBE) ini kita pindahkan ke lokasi lain yang lebih aman karena ada keluhan warga," kata Mudarisin di lokasi, Sabtu (12/1/2019).

Menurut dia, banyak warga yang mengeluh karena tanah limbah tersebut. Bahkan, tidak sedikit warga yang melintas terjatuh lantaran tanah licin.

"Banyak warga yang tergelincir pada saat jalan kaki maupun bersepeda," ujar dia.

BACA JUGA: Revitalisasi Taman Tugu Tani, DKI Bangun Fasilitas Pelican Crossing

Dinas LH DKI akan menguji lab kandungan dari gundukan tanah tersebut. Rencananya Senin (14/1/2019) hasil laboratorium disampaikan kepada masyarakat. Mudarisin menduga limbah di gundukan tanah yang diduga sisa hasil olahan minyak goreng itu tidak menimbulkan bahaya yang lebih besar.

"Kalau dilihat dari informasi masyarakat yang ada di sini, alhamdulillah tidak ada masyarakat yang merasakan sesak nafas atau gatal-gatal,” ucap dia.
Sementara Lurah Marunda Hilda Damayanti mengatakan, masyarakat mengeluhkan gundukan tanah tersebut mengeluarkan aroma tak sedap dan licin. Pasalnya, berada di pinggir jalan.

“Tanahnya licin berbentuk minyak. Karena sering dipakai jalan, ada yang jatuh. Ada yang luka di Segara Makmur warga Kelurahan Marunda. Itu sampai luka bakar, kejadiannya kemarin. Kemarin kita ke lokasi akibat limbah B3,” tutur Hilda.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto