Polisi: Bos Roti Asal Taiwan di Bekasi Sempat Melawan saat Dibunuh di Kamar Mandi

Muhamad Rizky · Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:18:00 WIB
Polisi: Bos Roti Asal Taiwan di Bekasi Sempat Melawan saat Dibunuh di Kamar Mandi
Reka Adegan Pembunuhan Bos Roti di Bekasi yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/8/2020)(Foto: Okezone/MuhamadRizky)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak empat adegan diperagakan dalam reka ulang alias rekonstruksi kasus pembunuhan bos roti di Bekasi, Jawa Barat. Rekonstruksi yang digelar di Mapolda Metro Jaya dan kediaman korban diperagakan empat tersangka yakni SS, FI alias FT, AF dan SY.

Kepala Unit 5 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Pol Rulian Syauri mengatakan, bos roti asal Taiwan, Hsu Ming Hu sempat melawan saat hendak dibunuh. Pembunuhan dilakukan di kediamannya Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 24 Juli 2020.

Perlawanan korban terungkap dalam rekontruksi yang digelar penyidik di kediaman korban. "Jadi sebelum ditusuk di TKP ini di kamar mandi, ada perlawanan," ujarnya usai rekonstruksi di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Rulian menuturkan, korban tak cukup kuat melawan para pelaku lantaran kalah jumlah dan memegang senjata. Korban akhirnya tewas dengan 5 luka tusuk. "Berdasarkan hasil autopsi ada 5 luka tusukan," ucapnya.

Saat dieksekusi, Rulian mengatakan, tidak ada orang lain selain korban di rumah. Saat itu, korban tinggal sendiri sehingga memudahkan para pelaku melakukan aksinya. Korban kemudian dibunuh di kamar mandi.

"Kalau korban di TKP ini, korban tinggal sendiri bersama pembantu yang tidak menginap ya tidak ada di sini untuk keluarga korbannya," ujarnya.

Seperti diketahui, Hsu Ming Hu ditemukan tewas di Kali Subang, Jawa Barat, pada 26 Juli 2020 lalu. Bos roti di Bekasi itu diduga dibunuh. Dalam kasus ini polisi mengamankan 4 dari 9 tersangka yakni SS, FI alias FT, AF, dan SY. Sedangkan lima lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Adapun pelaku utama dalam kasus ini sekretaris pribadi korban yakni SS. Dia kesal lantaran korban tidak mau bertanggung jawab usai dihamili.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 351. Ancaman hukuman maksimal adalah pidana mati atau penjara seumur hidup.

Editor : Djibril Muhammad