Polisi Tangkap 10 Pemalak di Pasar Tanah Abang Blok F, Empat jadi Tersangka

Wildan Catra Mulia, Aditya Pratama ยท Jumat, 06 September 2019 - 14:16 WIB
Polisi Tangkap 10 Pemalak di Pasar Tanah Abang Blok F, Empat jadi Tersangka

Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono di Polsek Metro Tanah Abang, Jalan Penjernihan, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Polsek Tanah Abang mengamankan sepuluh terduga pelaku pemalakan di Pasar Tanah Abang, empat di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Penangkapan itu lantaran aksi pemalakan viral di media sosial (medsos).

Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono mengatakan, empat tersangka itu adalah Supriyatna (40), Nurhasan (26), Tasiman (22), M Iqbal Agus (21).

"Kami sudah amankan sepuluh orang. Terutama mereka yang sering nongkrong dan sering melakukan pemalakan di sekitar pasar Blok F Tanah Abang," katanya di Polsek Metro Tanah Abang, Jalan Penjernihan, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019).

Menurut Lukman, para pelaku biasa melancarkan aksinya di pintu keluar Blok F Tanah Abang. Mereka mengincar kendaraan pribadi dan mobil boks yang keluar langsung diarahkan seolah-olah mengatur parkiran, sehingga mereka bisa memeras pelaku.

"Jadi modusnya mereka ini menunggu para pedagang Tasik yang keluar dari Blok F. Memang setiap hari Senin dan Kamis, para pedagang dari Tasik ini berjualan. Mereka sengaja melakukan modus mengatur lalu lintas, namun dengan meminta imbalan," ujarnya.

Mereka menolak ketika dikasih uang receh mulai dari Rp500 hingga Rp 1.000. Mereka meminta Rp2.000 secara paksa. Bila tidak diberikan, mereka tidak segan-segan menggedor mobil.

Salah satu pelaku, Supriyatna mengaku mendapat uang seharinya Rp40.000- Rp50.000. "Saya warga asli Tanah Abang, biasa dapat 40 ribu perhari, buat makan bang uangnya dan enggak setor ke siapa-siapa," katanya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa pecahan uang Rp2.000-an, pecahan uang recehan, jaket beserta tas yang digunakan pelaku menyimpan uang. Namun, polisi tidak menemukan senjata tajam atau senjata api

Dari tindak kejahatan itu, keempat tersangka dijerat Pasal 368 tentang kekerasan dengan ancaman hukum lima tahun penjara.


Editor : Djibril Muhammad