Polisi Tangkap 3 Preman yang Rusak Jalur Ekspor-Impor di Jakut

Puteranegara Batubara ยท Senin, 14 Juni 2021 - 14:36:00 WIB
Polisi Tangkap 3 Preman yang Rusak Jalur Ekspor-Impor di Jakut
Barang bukti kasus preman merusak jalur ekspor impor di Jakarta Utara. (Foto dok Polres Pelabuhan Tanjung Priok).

JAKARTA, iNews.id - Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap tiga orang preman yang diduga melakukan pencurian besi di Kali Japat, R.E.Martadinata, Jakarta Utara (Jakut). Mereka bernama Misbahul Anwar, Didi Sulriyadi, dan Ricardo Gultom. 

"Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok telah melakukan pengungkapan kasus premanisme tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau tindak pidana pengerusakan," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana kepada awak media, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Putu menjelaskan, petugas menangkap preman tersebut ketika sedang melakukan pemantauan kegiatan anti premanisme di wilayah hukum Pelabuhan Tanjung Priok. 

"Kemudian melihat sekelompok orang sedang menaikan besi di TKP dari dasar kali ke darat dengan menggunakan kapal yang terbuat dari Styrofoam," ujar Putu Kholis. 

Para pelaku bersama-sama, kata Putu, sebelumnya merusak besi yang digunakan untuk menahan Jalan R.E.Martadinata Jakarta Utara dari sungai kali Japat dengan digergaji besi yang selanjutnya menggunakan palu bodem dipukulkan ke besi berkali-kali.

Atas perbuatan pelaku, besinya pun terlepas dari rangkaian. Setelah berhasil dirusak dan diambil kemudian dibawa menggunakan perahu yang terbuat dari Styrofoam setelah sampai dilokasi pinggiran sungai Kali Japat.

"Setelah berhasil dinaikan rencananya akan dijual kepada penadah dengan harga Rp4.500 per Kg," ucap Putu.

Jalan R.E Martadinata merupakan akses yang melewati Kali Japat dimana terdapat besi-besi penahan kontruksi jalan tersebut untuk dilalui oleh kendaraan yang didominasi oleh kendaraan truk ekspor-impor yang menuju Pelabuhan.

"Apabila besi-besi penyanggah tidak ada maka akan berpotensi terjadi longsor karena beban muat truk tidak tertahan dan imbas aliran air laut sehingga mengakibatkan terputusnya jalan dan  menghambat proses distribusi barang dari dan menuju pelabuhan," kata Putu.

Editor : Faieq Hidayat

Halaman : 1 2