Polisi Telusuri TPPU Klinik Aborsi Ilegal di Senen Jakarta Pusat

Wildan Catra Mulia ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 18:00 WIB
Polisi Telusuri TPPU Klinik Aborsi Ilegal di Senen Jakarta Pusat

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Polisi menelusuri tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait klinik aborsi ilegal di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Praktik aborsi tersebut berlangsung sejak 2018 dan memiliki keuntungan besar hingga miliaran rupiah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tarif aborsi disesuaikan dengan usia janin. Tarif paling tinggi dipatok Rp15 juta.

"Tarif 1 bulan Rp1 juta, 2 bulan Rp2 juta, 3 bulan Rp3 juta, diatas itu Rp4 juta sampai Rp15 juta," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (14/2/2020).

Dia menuturkan, klinik ilegal ini telah melakukan aborsi terhadap 903 orang lebih. Sesuai pengakuan tersangka, keuntungan selama 21 bulan mencapai Rp5,5 miliar.

"Kita masukkan UU TPPU karena dia praktik cukup lama dengan keuntungan," ucapnya.

Menurutnya, dari penggerebekan klinik tersebut tiga orang ditangkap dan terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun.
"Yang bersangkutan kita persangkakan UU Nomor 36 Tahun 2009, UU Tenaga Kesehatan Nomor 36 Tahun 2014 dan UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi