Rapid Test di Kabupaten Bogor Masuki Hari Kedua, Ada 70 Orang Diperiksa

Muhammad Fida Ul Haq ยท Jumat, 27 Maret 2020 - 02:15 WIB
Rapid Test di Kabupaten Bogor Masuki Hari Kedua, Ada 70 Orang Diperiksa

Bupati Bogor Ade Yasin, Selasa (18/2/2020) (Foto: iNews/Furqon Munawar)

BOGOR, iNews.id - Sebanyak 70 Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Orang Dalam Resiko (ODR) di Puskesmas Karadenan, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjalani Rapid Test Virus Corona atau Covid-19. Tes tersebut sudah dimulai sejak Rabu (25/3/2020).

"Hari ini rapid test kedua, masih kita lakukan kepada ODR, yaitu orang dengan risiko dan ODP, sebanyak 70 orang yang dites," kata Bupati Bogor Ade Yasin di Puskesmas Karadenan, Kamis (26/3/2020) seperti dikutip dari situs resmi Pemkab Bogor.

Dia menjelaskan, pada Rapid Test sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 320 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di empat rumah sakit yaitu, RSUD Cibinong, Ciawi, Leuwiliang dan Cileungsi sudah di tes.

"Kemarin kan yang sudah masuk itu 320 yang PDP. Ditambah ODP, hari ini ODP, datanya belum masuk. Tapi sebanyak mungkin ya ODP. Karena, datanya kan sudah ada," katanya.

Menurutnya, saat ini sebanyak 165 tenaga medis dan 422 ODP yaitu masyarakat dilakukan pengetesan Rapid Tes Covid-19 termasuk lingkar yang masuk dalam kategori ODR. Lebih lanjut, pada Rapid Tes Covid-19 yang dilaksanakan di empat RSUD di Kabupaten Bogor, ada satu orang yang memang dinyatakan positif Covid-19.

Pasien tersebut merupakan warga Parung Panjang jenis kelamin perempuan usia 15 tahun.

"Jadi orang yang baru pulang dari luar negeri atau yang memang banyak berhubungan dengan orang-orang yang daerah-daerah yang mungkin lebih banyak endemik ya. Dan orang yang lingkar positif. Jadi di sini kan kemarin ada satu orang yang masuk dan positif, gitu ya," katanya.

Untuk targetnya sendiri, Pemkab Bogor akan melakukan Rapid Test Covid-19 bertahap. Hal itu dikarenakan untuk membuat pengetesan secara kondusif.

"Harus bertahap ya karena mengumpulkan orang, beberapa tempat serentak juga khawatir ya, nanti kekurangan dokter atau apa. Jadi kita bagi tugas, tetapi kita sengaja tidak di dalam satu tempat karena itu menghindari penumpukan orang," ujarnya.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq