Rekonstruksi Teror Penyiraman Air Keras di Jakbar, FY Racik Cairan Kimia Sambil Ngopi

Antara ยท Jumat, 22 November 2019 - 00:58 WIB
Rekonstruksi Teror Penyiraman Air Keras di Jakbar, FY Racik Cairan Kimia Sambil Ngopi

Polisi membawa tersangka kasus teror penyiraman air keras di Jakarta Barat. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya menggelar reskonstruksi kasus teror penyiraman cairan kimia di tiga wilayah Jakarta Barat (Jakbar), Kamis (22/11/2019). Dalam rekonstruksi itu, FY pelaku penyiraman air keras memeragakan meracik cairan soda api sambil minum kopi.

Dalam adegan 43B, saat anggota Polda Metro Jaya menuntun FY memeragakan adegan memesan kopi, meracik soda api, lalu memasukkannya.

"Kamu sempat ngopi?" tanya polisi saat gelar rekonstruksi di dekat Polsek Kebon Jeruk, Jakbar, Kamis (22/11/2019).

Mendengar pertanyaan itu, FY mengangguk mengakui dia memesan kopi sambil meracik cairan soda api. Kemudian, FY meminum kopi di samping persis tembok Polsek Kebon Jeruk sembari meracik cairan kimia.

Dalam adegan rekonstruksi sebelumnya, FY membeli soda api di salah satu toko bangunan yang berada di Jalan Meruya Ilir. Usai membeli soda api, FY mengendarai motor menuju lokasi servis AC tempatnya bekerja, yang berjarak 600 meter.

Di tempat kerja, FY meracik cairan soda api. Setelah itu, dia pergi untuk meracik kembali soda api sembari mengopi. Selanjutnya, FY mengendarai motor sambil mencari target korban perempuan secara acak. Lalu, dia membuka tutup botol yang berisi air keras dan menyiramkan ke arah korban.

Sedikitnya ada 4 peristiwa penyiraman cairan kimia yang menggegerkan warga Jakarta Barat. Kasus pertama terjadi di Jakarta Barat pada 3 November 2019, namun tidak ada korban dalam kasus ini dan korban juga tidak melapor ke polisi.

Kasus kedua dialami dua siswi SMPN 229 Jakarta Barat berinisial A dan PN yang sedang berjalan kaki di Jalan Kebon Jeruk Raya pada Selasa (5/11/2019).

Disusul kemudian penyiraman cairan kimia kepada seorang nenek pedagang sayuran di Taman Aries, Meruya Utara, Kembangan, pada 8 November.

Selanjutnya menimpa enam siswi SMPN 207 Kembangan. Mereka menjadi korban penyiraman cairan kimia sepulang sekolah di Jalan Mawar, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (15/11/2019) pukul 13.00 WIB.

Saat diperiksa, tersangka FY mengaku frustrasi dengan masa lalunya pernah jatuh dari lantai tiga dan tidak memiliki biaya berobat. Frustrasi itu berkembang dan membuat dia ingin orang lain ikut merasakan penderitaannya.

Editor : Kurnia Illahi