Sebelum Ditembak Mati, Dokter Letty Hendak Dibakar saat Tidur

Okezone.com ยท Sabtu, 11 November 2017 - 15:19 WIB
Sebelum Ditembak Mati, Dokter Letty Hendak Dibakar saat Tidur

Jenazah dokter Letty Sultri dibawa dari rumah duka menuju pemakaman, Sabtu (11/11/2017). (Foto: Sindonews/Rahmat Bagja)

JAKARTA, iNews. id – Penembakan sadis terhadap dokter (dr) Letty Sultri oleh suaminya dr Ryan Helmi menjadi puncak percekcokan rumah tangga mereka. Sekitar dua bulan sebelum peristiwa tragis itu, dr Letty bahkan pernah hendak dibakar hidup-hidup.

Kekejaman itu diungkap Afifi Bachtiar, kakak kandung Letty.  Dimulai pertengkaran di rumah kontrakan mereka, Cawang, Jakarta Timur.

"Klimaksnya itu dia (Helmi) mengambil korek api dimasukkan ke kain yang dipotong-potong, ke dalam bensin, langsung dilempar ke adik saya yang lagi tidur di atas ranjang. Berarti itu kan mau membakar, percobaan. Ini cerita dari almarhum," ujar Afifi di rumah duka, Jakarta, Sabtu (11/11/2017).

Tidak cukup di situ kekerasan yang dialami Letty. Dia juga sering jadi korban lemparan ponsel. Bahkan, terungkap Dokter Letty sempat diseret-seret oleh suaminya di jalanan. "Itu adik saya sempat lari, tapi ketemu sama suaminya. Diseret di jalan sampai 20–30 meter," lanjut Afifi.

Akibat seringnya menderita tindak kekerasan yang dilakukan Helmi, masyarakat meminta Letty melaporkan ke pihak berwajib. Namun, Letty tidak mau memperpanjang perkara tersebut.

"Itu pak RT dan masyarakat keluar, tapi enggak bisa bantu, ini kan hubungan rumah tangga. Tapi didamaikan, adik saya juga dibawa ke Rumah Sakit Budi Asih, Jakarta Timur. Itu dua hari setelahnya.,” katanya.

”Hasil visum dibawa adik saya untuk lapor ke polisi. Dari laporan ke polisi sempat ditanya adik saya, ternyata adik saya ini yang tidak mau diproses panjang hukum," terangnya.

Letty diberondong tembakan saat berpraktik di Azzahra Medical Centre, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur pada Kamis, 9 November 2017. Letty pun tewas seketika. Usai menembak istrinya,  Helmi lantas pergi kemudian menyerahkan diri ke polisi.

Penyidik Polda Metro Jaya menemukan dua pucuk senjata api rakitan di tas yang dibawanya saat itu. Senpi berjenis revolver itu belakangan diketahui dibeli pelaku seharga Rp45 juta.  Hingga kini polisi belum mengetahui siapa pemasok senpi tersebut.

Editor : Zen Teguh