Siaga Bencana, Human Initiative Ingatkan Masyarakat Waspada Banjir

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 08 Januari 2020 - 21:43 WIB
Siaga Bencana, Human Initiative Ingatkan Masyarakat Waspada Banjir

Human Initiative menggelar konferensi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Initiative Building Headquarter, Depok, Jawa Barat Rabu (8/1/2020). (Foto: istimewa).

DEPOK, iNews.id - Organisasi kemanusiaan internasional Human Initiative mengingatkan potensi bencana meteorologi yang terjadi saat musim hujan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati mengatakan, Human Initiative menggelar rangkaian Apel Siaga Bencana 2020 sebagai langkah tanggap darurat bencana. Apel Siaga Bencana antara lain diisi dengan konferensi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi dan penerjunan relawan ke wilayah banjir Jabodetabek.

Para relawan Human Initiative yang turut dalam kegiatan kolaborasi pembersihan dampak banjir dilepas di Initiative Building Headquarter, Depok, Jawa Barat Rabu (8/1/2020). Mereka akan bergerak di Pengadegan, Jakarta Selatan dan Villa Nusa Pala, Bekasi.

Adapun konferensi menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal, Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan Basarnas Abdul Haris Achadi dan dirinya.

Tomy menjelaskan, perlu adanya edukasi mengenai kesiapsiaagaan bencana hidrometeorologi nasional. Ini dapat menjadi langkah awal menuju sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi ancaman bencana hidrometorologi.

“Kami berharap untuk kita terus berkolaborasi dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi ini, untuk akhirnya dapat bersama-sama mencapai tujuan sebagai pegiat kemanusiaan,” ujar Tomy.

Dia menerangkan, Apel Siaga Bencana 2020 juga bertolak dari prediksi cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers Awal Perkiraan Hujan 2019/2020 menyampaikan, puncak musim hujan 2019/2020 diprediksi akan terjadi pada Januari-Februari 2020 dan dalam jumlah 342 Zona Musim (ZOM). Diperkirakan umumnya puncak hujan 2019/2020 terjadi sebanyak 128 ZOM (37,4 persen) pada Januari dan 115 ZOM (33.6%) pada Februari.

”Prediksi tersebut tentunya harus kita waspadai akan potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan berangin. Terutama bagi wilayah-wilayah yang rentan terkena banjir dan longsor,” ucapnya.

Editor : Zen Teguh