Siasati Ganjil Genap, Pekerja di Jakarta Pilih Nebeng Kendaraan Teman

Antara ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 09:32 WIB
Siasati Ganjil Genap, Pekerja di Jakarta Pilih Nebeng Kendaraan Teman

Ilustrasi ganjil genap. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kebijakan ganjil genap kembali berlaku di Jakarta, Senin (3/8/2020) usai dihentikan sementara selama pembatasan sosial berskala sosial (PSBB) demi mencegah penyebaran pandemi virus corona (Covid-19). Guna menyiasati kebijakan ganjil genap dan menghindari penggunaan Kereta Rel Listrik (KRL), berbagai cara dilakukan para pengguna jalan.

Ripaldi misalnya, salah satu pekerja kantoran di ibu kota ini, memilih cara nebeng atau menumpang kendaraan rekan kerja. "Begitu tahu ganjil genap diberlakukan, saya langsung janjian nebeng dengan teman-teman kantor, kita gantian bawa kendaraan," katanya di Jakarta, Senin.

Dia mengungkapkan, sudah bikin janji dengan rekan kantor untuk berangkat bersama dengan satu kendaraan yang berplat nomor polisi ganjil. Pekerja asal Depok ini, sejak masa pandemi mengandalkan kendaraan pribadi untuk berangkat ke kantor setiap harinya.

Sebelum pandemi, Ripaldi yang bekerja di kantor pemerintah ini lebih aktif menggunakan kereta api dan transportasi publik pulang pergi kerja. Namun, karena ada aturan khusus serta anjuran menghindari penggunaan kereta dari pihak kantor, dia memilih menggunakan kendaraan pribadi berangkat dan pulang kerja.

Apalagi, kondisi pengguna kereta rel listrik (KRL) rute Bogor-Jakarta cukup padat jumlahnya. Kini dengan diberlakukannya kebijakan ganjil genap, Ripaldi dan rekan-rekan kerja memilih untuk saling nebeng saat berangkat dan pulang kerja.

"Ada juga komunitas nebeng di Jakarta, tapi saya berangkat dengan komunitas kantor saja," ucapnya.

Komunitas nebeng tersebut, Ripaldi menuturkan, sudah ada sejak awal ganjil genap diberlakukan di DKI Jakarta tapi sempat vakum lantaran pandemi Covid-19. Dengan diberlakukan kebijakan ganjil genap di tengah pandemi COVID-19 komunitas nebeng ke kantor tersebut kembali aktif.

Untuk bisa nebeng kendaraan, para pekerja janjian lewat pesan instan atau obrolan grup kantor. "Nanti janjian dijemput di mana, biasanya yang satu jalur yang nebeng, misalnya dari Bojong-Cilebut-Citayam, saya janjian dijemput sebelum gerbang tol," ujarnya.

Selama masa pandemi ini, pemilik kendaraan membatasi kapasitas tebengan yakni tiga sampai empat orang untuk kendaraan minibus, dalam rangka menerapkan protokol kesehatan. Jika dalam kondisi normal, kendaraan tersebut dapat diisi enam orang.

Editor : Djibril Muhammad