Soal Penyerangan, Pemprov DKI: Ada Kewajiban Belum Diselesaikan Manajemen JGC

Wildan Catra Mulia ยท Selasa, 25 Februari 2020 - 21:41 WIB
Soal Penyerangan, Pemprov DKI: Ada Kewajiban Belum Diselesaikan Manajemen JGC

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, ikut angkat bicara soal insiden warga Cakung, Jakarta Timur, yang mengamuk dan menyerang pihak Jakarta Garden City (JGC), Selasa (25/2/2020) pagi. Dia menyebut ada kewajiban yang belum diselesaikan oleh manajemen JGC dalam perjanjian yang dimuat dalam Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT).

“Jadi sudah diinstruksikan kepada Jakarta Garden City untuk menunaikan kewajiban-kewajibannya yang tertuang dalam SIPPT yang ditandatangani antara Pemprov DKI dan pihak JGC,” kata Saefullah di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Dia mengungkapkan, salah satu isi perjanjian tersebut adalah pihak manajemen JGC harus menuntaskan fasilitas atau sarana dan prasarana umum untuk memastikan kawasan tersebut terbebas dari bencana banjir. Di antara kewajiban pihak pengembang tersebut adalah menuntaskan pembuatan waduk, hingga menyediakan fasilitas pompa dan saluran drainase yang memadai.

“Salah satunya adalah menuntaskan waduk dengan fasilitasnya pompa dan saluran yang memadai serta menyediakan lahan waduk sejumlah 25 hektare dan lain lain. Jadi, itu kewajiban yang tertuang dalam SIPPT yang sudah di tandatangani beberapa tahun yang lalu,” ujarnya.

Saefullah menuturkan, manajemen PGC memang tak tinggal diam. Menurut dia, mereka sudah mengerjakan kewajiban itu namun prosesnya belum selesai. Kondisi inilah yang kemudian membuat warga marah karena air mengalir ke pemukiman mereka saat hujan deras tiba.

“Belum tuntas. Desainnya sudah ada. Memang di situ sebetulnya kemarin sudah kami kasih saran untuk dibuat sodetan ke BKT (Banjir Kanal Timur). Kemarin BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane) juga sudah kami sampaikan dalam rapat bahwa kami akan menyodet dari JGC yang memang punya dampak ke selatan maupun ke utara dari JGC itu. Sudah kami izin untuk sodet,” ucapnya.

Sebelumnya, ratusan orang memprotes pihak JGC karena menilai pengembang itu sebagai biang penyebab banjir di permukiman warga sekitar. Aksi protes itu berujung ricuh tatkala massa menyerang dan merusak sejumlah fasilitas di mal tersebut. Kendati demikian, warga tidak sampai masuk mal dan telah diarahkan polisi agar kembali ke rumah masing-masing.

Editor : Ahmad Islamy Jamil