Solusi Penumpang KRL Desak-desakan, Budi Karya Perluas Stasiun Duri

Antara, Wildan Catra Mulia ยท Jumat, 06 April 2018 - 11:47 WIB
Solusi Penumpang KRL Desak-desakan, Budi Karya Perluas Stasiun Duri

Ilustrasi penumpang kereta rel listrik (Foto: DOK/iNews.id)

JAKARTA,iNews.id – Rekaman video yang mempertontonkan penumpang berdesak-desakan di Stasiun Duri sampai ke meja Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Menhub berjanji akan memperluas area tunggu penumpang agar dapat menampung lebih banyak.

“Pemerintah akan memberikan suatu layanan yang lebih baik di Stasiun Duri dengan membangun tangga tambahan dan ruang tunggu yang lebih lebar dengan dilengkapi tenda,” kata Budi Karya di Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Menurut dia, dalam waktu paling lama satu bulan pembangunan konstruksi tangga bisa selesai, sehingga pergerakan penumpang dari satu kereta ke kereta lain bisa lebih lancar dan tidak ada lagi penumpukan penumpang.

“Saya akan ke Stasiun Duri secara periodik untuk memantau perkembangan. Secara garis besar pemerintah berusaha meningkatkan kapasitas KRL (kereta api listrik) dan memberikan layanan lebih baik kepada masyarakat,” tuturnya.

Penumpukan penumpang di Stasiun Duri terjadi antara lain adanya pengurangan frekuensi perjalanan rute Duri-Tangerang dan berimbas pada bertambah lamanya waktu tunggu penumpang di sejumlah stasiun yang dilalui. KRL yang biasa datang setiap 20 menit sekali, saat ini menjadi 30 menit sekali. Hal itu juga dikarenakan adanya penyesuaian waktu perjalanan kereta Bandara Soekarno-Hatta.

Di Stasiun Duri, untuk jumlah penumpang yang masuk sebesar 20.000 orang per hari pada hari kerja dan 30.000 orang per hari di hari libur. Sementara untuk yang transit jumlahnya jauh lebih besar yaitu sekitar 35.000 orang per hari.

Untuk jadwal pagi yaitu pukul 06.00 sampai 08.00 terjadi kepadatan dengan total jumlah penumpang yang mencapai 8.000 orang yang diangkut dengan 4 rangkaian kereta 10 gerbong yang datang setiap 30 menit sekali.

Jalur KA Bandara saat ini hanya memiliki jalur baru dari Stasiun Batu Ceper ke Bandara Soekarno-Hatta. Sementara dari Stasiun Batu Ceper, Tanah Abang dan Sudirman masih menggunakan Jalur KRL, kondisi itu menyebabkan kereta bandara harus berbagi jalur dengan KRL.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengubah jalur Tangerang-Duri-Tangerang ke jalur 5 sejak Minggu 25 Maret, dari sebelumnya jalur 4. Kondisi itu membuat penumpukan penumpang saat menuju jalur tersebut.

Penumpang berdesak-desakan dan kondisi penuh sesak karena akses menuju jalur 5 hanya satu, yakni eskalator naik-turun. Akibatnya, para penumpang yang buru-buru memaksa melawan arus eskalator dengan berlari naik di eskalator turun.

Rekaman video penumpukan penumpang di Stasiun Duri itu pun sempat menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video berdurasi 15-20 menit tersebut, tampak antrian eskalator di peron 5 hingga 100 meter.

PT KAI Daops 1 Jakarta merespon video viral yang mempertontonkan penumpang berdesak-desakan di Stasiun Duri itu. Skema jalur eskalator diterapkan dengan merubah arah menjadi naik semua atau turun semua yang disesuaikan dengan kondisi penumpukan penumpang.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto