Suporter Tuntut Mafia Skor Dilarang Terlibat Sepak Bola Seumur Hidup

Den Helmi Sajangbati, Antara · Jumat, 28 Desember 2018 - 21:25:00 WIB
Suporter Tuntut Mafia Skor Dilarang Terlibat Sepak Bola Seumur Hidup
Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignasius Indro (kanan) bersama Anggota Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Emerson Yuntho (kiri) membawa poster dukungan sebelum beraudiensi dan memberi dukungan Satgas Polri untuk Pemberan

JAKARTA, iNews.id – Gelombang dukungan kepada Satuan Tugas (Satgas) Anti-Mafia Bola bentukan Mabes Polri mulai berdatangan. Salah satunya muncul dari Paguyuban Suporter Tim Nasional Indonesia (PSTI) atau gabungan dari suporter klub-klub sepak bola di Indonesia.

Massa PSTI mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/12/2018). Mereka meminta polisi mengungkap kasus pengaturan skor di kompetisi Liga Indonesia ini sampai ke akar-akarnya.

Ketua PSTI Iganisus Indro meminta Satgas Anti-Mafia Sepak Bola sebaiknya tidak hanya memeriksa petinggi Persatuan Sepak Bola Indonesia (PPSI), wasit, dan para pemain, tetapi juga bandar judi yang diduga kuat punya andil dalam mengatur skor pertandingan.

Dia juga menyarankan Satgas Anti-Mafia Sepak Bola pun sebaiknya bekerja sama dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) untuk melihat aliran dana yang diterima para wasit, pemain, dan pihak lain yang diduga terlibat kasus pengaturan skor.

“Saya yakin banyak yang terlibat, dan itu tugas satgas untuk mencari dan membongkar mastermind (pelaku di belakang layar) dari skandal itu,” kata Indro di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/12/2018).

Paguyuban suporter juga meminta pihak yang berwenang agar menghukum mafia pengaturan skor untuk tidak terlibat seumur hidup dalam kepengurusan sepak bola di  dalam negeri, jika terbukti bersalah. Menurut dia, apabila pelaku pengaturan skor nantinya masih diizinkan terlibat dalam kepengurusan organisasi maka citra sepak bola Indonesia akan semakin tercoreng.

Indro menilai skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola di Liga 2 dan Liga 3 musim 2018 merupakan kejahatan serius yang tidak dilakukan secara perorangan.

“(Mafia pengaturan skor) ini seperti lingkaran setan, jadi keterlibatannya tidak hanya pada wasit, tetapi juga pemain,” ucap dia.

Satgas Anti-Mafia Sepak Bola sejauh ini telah menetapkan empat tersangka terkait kasus ini. Mereka adalah anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Johar Lin Eng, mantan Komisi Wasit Priyanto beserta anaknya Anik Yuni, dan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto.

Keempat tersangka itu dijerat dengan pasal tindak pidana penipuan atau suap, dan pencucian uang, sebagaimana diatur Pasal 378 dan Pasal 372 KUH Pidana juncto Undang-Undang Nomor 11 Taun 1980 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto