Tak Patuhi PSBB, Pendatang di Tangsel Diberi Pilihan Rapid Test atau Karantina

Okezone Hambali ยท Senin, 06 Juli 2020 - 23:01 WIB
Tak Patuhi PSBB, Pendatang di Tangsel Diberi Pilihan Rapid Test atau Karantina

Ilustrasi virus Corona. (Foto: Antara)

TANGERANG SELATAN, iNews.id - Petugas Satpol PP mulai kembali merazia kos-kosan dan kontrakan yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hal itu untuk menertibkan keberadaan warga pendatang di masa Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) saat ini.

Petugas mendatangi tiga lokasi yang menurut informasi banyak dihuni oleh warga non KTP Tangsel, yakni Pakulonan, Paku Jaya, serta Rawa Mekar. Ketiga wilayah itu masuk ke dalam Kecamatan Serpong dan Serpong Utara.

Razia itu berlangsung sejak Minggu 5 Juli 2020 kemarin hingga Senin (6/7/2020). Puluhan petugas mendatangi area kontrakan dan kosan. Selanjutnya, para penghuni dicek kelengkapan indentitas. Kebanyakan mereka, ternyata belum memiliki KTP Tangsel.

"Saat kita periksa, rata-rata adalah pendatang yang belum memiliki KTP Tangsel," terang Kasie Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Alfachry.

Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, maka para pendatang itu diharuskan melakukan rapid test mandiri dengan berkoordinasi kepada pengurus RT dan RW setempat yang menjadi bagian gugus tugas.

"Sesuai dengan ketentuan yang ada selama masa PSBB ini, maka warga luar daerah yang datang ke Kota Tangsel harus menyertakan dokumen persyaratan bebas Covid-19. Jika tidak, kami minta untuk rapid tes mandiri, atau jika tidak mau harus dikarantina 14 hari," kata Muksin.

Razia itu, dilanjutkan Muksin, dilaksanakan sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Perwal Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB. Secara detail, peraturan bagi pendatang diatur dalam Pasal 18A.

"Pada Pasal 18A dijelaskan ketentuan itu," ucapnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq