Tarif Aborsi Ilegal di Paseban Rp1 Juta, Keuntungan Tersangka Rp5,5 Miliar

Wildan Catra Mulia ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 17:36 WIB
Tarif Aborsi Ilegal di Paseban Rp1 Juta, Keuntungan Tersangka Rp5,5 Miliar

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan barang bukti penggerebekan klinik aborsi ilegal di Polda Metro Jaya, Jumat (14/2/2020). (Foto: iNews.id/Nur Ichsan).

JAKARTA, iNew.id – Petugas Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membongkar klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, Jakarta Pusat. Dalam penggerebekan ini tiga orang ditetapkan tersangka dan ditahan.

Tiga tersangka masing-masing MM, laki-laki yang berprofesi sebagai dokter. Kemudian RM bidan dan SI tenaga administrasi. Mereka ditangkap dalam penggerebekan pada Selasa (11/2/2020) pekan lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, klinik aborsi ilegal ini sudah beroperasi selama 21 bulan atau sejak 2018.

Selama beroperasi, sudah ada 1.632 perempuan yang mendaftar untuk dilakukan aborsi. Dari jumlah itu, alasan para perempuan itu bermacam-macam, mulai hamil di luar nikah maupun gagal KB.

"Tapi yang dia aborsi sekitar 903 orang lebih. Klinik ini tanpa izin," kata Yusri.

Dia menerangkan, tarif aborsi tergantung umur janin. Untuk janin 1 berusia bulan dipatok Rp1 juta, janin 2 bulan Rp2 juta dan di atas 4 bulan seharga Rp4 juta.

Adapun registrasi dipatok Rp300.000. Selama 21 bulan beroperasi, keuntungan klinik mencapai Rp5,5 miliar.

Yusri memastikan penyidik terus mendalami kasus ini. Menurut keterangan tersangka, ada dokter lain yang pernah beroperasi di klinik ini.

"Itu nanti kami kembangkan. Untuk tiga tersangka yang sekarang ini telah ditahan," ujarnya.

Para tersangka dijerat Pasal 83 juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 jo Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan juncto Pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.


Editor : Zen Teguh