Tolak UMP DKI Rp3,9 Juta, Presiden KSPI Said Iqbal Akan Lawan Anies

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 01 November 2018 - 19:59:00 WIB
Tolak UMP DKI Rp3,9 Juta, Presiden KSPI Said Iqbal Akan Lawan Anies
Presiden KSPI Said Iqbal (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Kofederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) secara tegas menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta yang baru saja ditetapkan Gubernur Anies Baswedan. Pemprov DKI memutuskan UMP 2019 sebesar Rp3,9 juta. 

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, UMP sebesar Rp3,9 juta untuk hidup di Jakarta tidak cukup. Dia mengansumsikan kebutuhan buruh dalam satu bulan lebih dari Rp3,9 juta. Hitungannya, makan tiga kali sehari membutuhkan Rp45.000, maka dalam 30 hari membutuhkan Rp1,35 juta, sewa rumah, biaya listrik, dan air Rp1,3 juta, serta biaya trasportasi Rp500.000.

“Dari tiga item itu sudah menghabiskan anggaran Rp3.150.000. Ini biaya tetap yang tidak bisa diotak-atik. Apa mungkin hidup di DKI dengan Rp790.000 untuk beli pulsa, baju, jajan anak, biaya pendidikan, dan lain-lain,” kata Said di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Dia mengaku buruh mengusulkan UMP DKI Rp4,2 juta per bulan. Angka itu berasal dari hasil survei pasar terkait Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang telah disepakati Dewan Pengupahan DKI Jakarta sebesar Rp3,9 juta. Selanjutnya, ditambah pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,15 persen menjadi sekitar Rp4,2 juta.

“Wajar memasukkan pertumbuhan ekonomi sebagai perhitungan, karena ekonomi yang tumbuh harus dinikmati oleh kaum buruh,” ujar Iqbal.

Menurut dia, buruh akan tetap menggelar aksi melawan Pemprov DKI Jakarta yang telah menetapkan UMP 2019 dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Aksi-aksi menolak UMP atau UMK yang ditetapkan berdasar PP 78 Tahun 2015 sudah berlangsung. Dan akan terus berlangsung di Jakarta, termasuk daerah-daerah lain seluruh Indonesia,” tutur dia.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto