Viral Pesan Berantai Geng Motor Sadis di Jakarta, Ini Penjelasan Polda Metro

Ilma De Sabrini, Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 04:01 WIB
Viral Pesan Berantai Geng Motor Sadis di Jakarta, Ini Penjelasan Polda Metro

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

JAKARTA, iNews.id, – Pesan berantai tentang aksi sadis geng motor di Jakarta merebak di grup-grup whatsapp beberapa hari terakhir. Informasi itu juga viral di media sosial, memicu keresahan masyarakat.

Dalam pesan berantai disebutkan agar warga waspada. Geng motor disebut mulai beraksi lagi dan membikin ulah di Jakarta.

”Mereka membantai siapa pun dengan senjata yang ada di hadapan mereka, tak peduli anak-anak, wanita, orang tua….waspadalah bagi yang pulang malam di Jakarta.”

Polda Metro Jaya memastikan informasi tersebut tidak benar. Ibu Kota Jakarta dalam kondisi aman. Polisi juga terus menjaga agar situasi kondusif, termasuk selalu mencegah kejahatan malam hari sebagaimana disebut dalam kabar yang viral itu.

"Saya nyatakan sekali lagi Jakarta aman, tidak masalah. Silakan beraktivitas dan silakan datang ke Jakarta. Dari Polda Metro Jaya siap mengamankan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/5/2019).

BACA JUGA: Lintasi Jalan Sepi, Ini Tips Hindari Aksi Kriminal Geng Motor

Argo menuturkan, hingga saat ini Polda Metro Jaya belum menerima laporan atas kejadian mengerikan terkait geng motor. Dengan demikian, kabar tentang begal dang geng motor sadis itu tidak benar.

"Sampai sekarang kita belum dapat laporan berkaitan dengan broadcast-broadcast yang menyesatkan di Jakarta ini. Artinya, broadcast yang menakutkan dengan harapan masyarakat resah itu tidak ada," ujar perwira menengah kelahiran Sleman, DIY tersebut.

Argo menjelaskan, sebagian foto dan video yang menampakan begal beraksi, korban tawuran hingga tangannya putus, hingga anggota geng motor berkeliling dengan senjata tajam merupakan kejadian-kejadian lama yang diviralkan lagi. Kabar tersebut bertujuan untuk menakut-takuti masyarakat yang ingin melakukan aktivitas di malam hari.

BACA JUGA: Gelar Razia Geng Motor, Polisi Amankan 4 Orang di Jakarta Selatan

Padahal kenyatannya semua pelaku dalam foto atau video tersebut sudah ditangkap polisi. Masyarakat diimbau agar tidak mudah cepat percaya apa yang dipertontonkan di medsos.

Polisi merasa hal-hal ini adalah tantangan bagi polisi dan pranata sosial lain. Menurutnya, hal-hal seperti itu tak akan memengaruhi pengamanan yang dilakukan polisi bersama pihak terkait lain.

"Kita selama ini patroli gabungan TNI-Polri kita lakukan. Patroli kita selalu antara jam 11 malam (23.00 WIB) sampai subuh. Kita berjalan kalau ada temuan masyarakat atau gerombolan kita berhenti, bertanya, berdialog di sana," ujarnya.


Editor : Zen Teguh