Viral Video Penumpang Sakit di Dalam Rangkaian KRL, Ini Penjelasan PT KCI

Felldy Utama · Rabu, 18 Maret 2020 - 22:44:00 WIB
Viral Video Penumpang Sakit di Dalam Rangkaian KRL, Ini Penjelasan PT KCI
Viral video penumpang kereta rel listrik (KRL) sakit di dalam rangkaian. (Foto: Twitter).

JAKARTA, iNews.id - PT KCI meminta kepada masyarakat tidak asal mendokumentasikan dan menyebarkan ke media sosial di tengah merebaknya virus korona (Covid-19). Imbauan tersebut disampaikan terkait viral video penumpang KRL yang sakit di dalam rangkaian kereta rel listrik (KRL), Selasa (17/3/2020) malam.

VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba mengingatkan, tanpa penjelasan yang benar dan lengkap, mereka yang menyebarkan foto atau video tersebut dapat terjerat pasal penyebaran berita bohong, fitnah, maupun misinformasi dan disinformasi yang mengganggu kepentingan publik.

"Tindakan ini tentu berlawanan dengan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dibandingkan membuat dokumentasi, KCI mengajak masyarakat terutama para pengguna KRL untuk mengutamakan membantu sesama pengguna dan segera memberi tahu kepada petugas," ujar Anne di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Dia menuturkan, penumpang yang sakit seperti di dalam rekaman video tersebut bukan terkait virus korona, namun karena sakit lambung. Penumpang tersebut kesehatannya kembali pulih setelah diberikan air hangat dan obat di pos kesehatan Stasiun Pondok Cina.

"Petugas pengamanan dan petugas kesehatan PT Kereta Commuter Indonesia membantu seorang pengguna yang terindikasi mengalami sakit di KRL KA 1576 tujuan Bogor Selasa (17/3/2020) 2020 sekitar pukul 21.00 WIB. Petugas kemudian membantu pengguna tersebut dan dibawa ke pos kesehatan Stasiun Pondok Cina," ucapnya.

Menurutnya, pos kesehatan di Stasiun Pondok Cina merupakan satu dari 30 pos kesehatan yang tersedia di stasiun KRL untuk melayani pengguna jika mengalami masalah kesehatan.

"Petugas di poskes berlatar belakang perawat dan bidan. Pengguna KRL yang telah memiliki tiket dapat menggunakan fasilitas layanan ini," katanya.

Editor : Kurnia Illahi