3 Hakim Diberikan Sanksi Berat, Ada yang Diberhentikan Tidak Hormat

Antara ยท Senin, 08 Juli 2019 - 20:01 WIB
3 Hakim Diberikan Sanksi Berat, Ada yang Diberhentikan Tidak Hormat

Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial (KY), Sukma Violetta. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Sepanjang Januari-Juni 2019 sebanyak tiga hakim diberikan sanksi berat. Ketiganya, yaitu hakim yustisial di Pengadilan Tinggi Tanjung Karang berinisial MYS pada Selasa (30/4/2019).

MYS diberhentikan dengan tidak hormat karena terbukti memasukkan perempuan ke dalam rumah dinasnya. Sesuai hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Hakim MYS terbukti mengonsumsi narkoba jenis metamphetamine.

"Ada hakim yang diberhentikan melalui sidang MKH (Majelis Kehormatan Hakim) karena terbukti mengonsumsi narkoba, sabu-sabu," ujar Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial (KY), Sukma Violetta dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Kemudian hakim berinisial RMA yang merupakan hakim di Pengadilan Negeri (PN) Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (14/2/2019) dikenakan sanksi berupa penurunan pangkat selama tiga tahun. Hakim RMA diajukan ke MKH atas laporan telah memberikan konsultasi hukum kepada para pihak yang berperkara.

Padahal saat itu, hakim RMA juga sedang menjalani sanksi berat dari Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA) berupa nonpalu selama dua tahun, terhitung Januari 2018. Semua sanksi diberikan kepada hakim RMA atas pelanggaran yang sama, yakni memberikan konsultasi hukum.

Dia menambahkan, sanksi berat juga diberikan kepada hakim PN Stabat, Sumatera Utara, berinisial SS juga dijatuhi sanksi penurunan pangkat pada tingkat lebih rendah selama tiga tahun. SS dilaporkan melakukan pernikahan siri hingga akhirnya memiliki anak dari pernikahan tersebut, tanpa izin dari istri yang sah.

Sanksi terhadap ketiga hakim itu merupakan hasil sidang MKH KY dan MA.

Editor : Kurnia Illahi

TAG : hakim