384 Orang Daftar Capim KPK, Hari Ini Mulai Seleksi Administrasi

Ilma De Sabrini, Antara ยท Jumat, 05 Juli 2019 - 12:30 WIB
384 Orang Daftar Capim KPK, Hari Ini Mulai Seleksi Administrasi

Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Hendardi. (Foto: Okezone/dok).

JAKARTA, iNews.id, - Pendaftaran calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditutup pada Kamis (4/7/2019) pukul 23.59 WIB. Sebanyak 384 orang mendaftar termasuk tiga komisioner KPK yakni Laode M Syarif, Alexander Marwata dan Basaria Panjaitan.

Anggota Panitia Seleksi Capim KPK Hendardi mengatakan, selanjutnya Pansel akan mulai melakukan seleksi administrasi mulai hari ini. Hasil seleksi akan diumumkan pada 11 Juli 2019.

”Setelah itu, Pansel KPK akan memasuki tahap meminta pendapat publik,” ujar Hendardi di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Ketua Setara Institute ini menerangkan, peserta yang lolos tahap uji publik akan melaksanakan tes selanutnya, yaitu wawancara. Proses tersebut diproyeksikan berlangsung pada September.

Setelah itu, pansel akan mengeliminasi peserta menjadi 10 nama dan memberikannya kepada presiden untuk dikerucutkan.

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih sebelumnya memastikan tidak akan memperpanjang waktu pendaftaran. Banyaknya calon menjadi dasar Pansel menutup pendaftaran.

Data Pansel, para pendaftar datang dari berbagai latar belakang, antara lain pengacara, dosen, 26 swasta/BUMN/pebisnis, jaksa, hakim, TNI, Polri, auditor, komisioner dan pegawai KPK, serta dari elemen masyarakat.

Pansel KPK pun akan menyeleksi pendaftar calon pimpinan KPK dengan sejumlah kriteria kapabilitas yang mumpuni.

"Dia harus paham dan memiliki kombinasi kemampuan. Setelah itu harus paham masalah keuangan negara, memahami tentang procurement, pengadaan dan yang terpenting diperlukan komponen yang paham betul mengenai organisasi internal KPK, jadi memahami manajerial organisasi," kata Yenti, Kamis (4/7/2019).

Dia mengingatkan, seorang calon pimpinan KPK juga harus memiliki kondisi psikologis yang kuat dari tekanan dan memiliki kebijaksanaan serta memahami arah pembangunan ekonomi negara.


Editor : Zen Teguh