4 Perusahaan Asing Terlibat Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

Aditya Pratama ยท Jumat, 13 September 2019 - 20:23 WIB
4 Perusahaan Asing Terlibat Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

Rakorsus terkait karhutla di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menyatakan ada empat perusahaan asing terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera. Perusahaan asing tersebut berasal dari negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, dari empat perusahaan tersebut, 3 perusahaan asal Malaysia yang beroperasi di Ketapang dan Melawai, Kalimantan, dan 1 perusahaan lainnya berasal dari Singapura.

“Di Kalimantan Barat itu ada empat perusahaan Singapura dan Malaysia. Kemudian di Riau kemarin satu disegel dari Malaysia,” ujar Siti Nurbaya usai rakorsus terkait karhutla di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).

Menurut Siti, empat perusahaan tersebut yakni PT Hutan Ketapang Industri milik Singapura, PT Sime Indoagro milik Malaysia, PT Sukses Karya Sawit Malaysia, dan PT Rafikamajaya Abadi.

Dia menambahkan, di Kalimantan Barat terdapat 103 perusahaan yang terkena sanksi terkait karhutla. Bahkan, 15 di antaranya saat ini tengah menjalani proses hukum di Polda Kalbar.

Tidak hanya itu, Kementerian LHK juga menyegel 29 perusahaan di Kalimantan Barat sejak Agustus 2019. Empat di antaranya juga sedang menjalani proses hukum.


Editor : Zen Teguh