Aktivis Antikorupsi : Angka Kerugian Negara Akibat Korupsi Terus Meningkat

Arie Dwi ยท Jumat, 21 Januari 2022 - 21:52:00 WIB
Aktivis Antikorupsi : Angka Kerugian Negara Akibat Korupsi Terus Meningkat
Ilustrasi korupsi (iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Aktivis Antikorupsi, Tama S Langkun berpendapat bahwa tren penanganan kasus korupsi di Indonesia masih tergolong fluktuaktif sepanjang 2021. Hanya saja, kerugian keuangan negara yang dicetak dari tindak pidana korupsi semakin besar dalam beberapa waktu belakangan ini.

"Soal angka penanganan tindak pidana korupsi seperti yang saya bilang di awal tadi masih fluktuatif, naik turun, tetapi bicara soal kerugian negaranya ini terus meningkat," kata Tama saat menjadi pembicara dalam Webinar Partai Perindo yang bertemakan 'Tantangan Pemberantasan Korupsi Di Indonesia 2022', Jumat (21/1/2022).

Menurut Tama, pemberantasan korupsi di Indonesia memang bukan hanya tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seluruh pihak punya andil dalam agenda-agenda pemberantasan korupsi. Termasuk, penegak hukum lainnya seperti kejaksaan dan kepolisian.

"Oleh karenanya, agenda sinergi pemberantasan korupsi tidak boleh dan tidak bisa dimonopoli oleh KPK, jadi harus seluruh pihak terlibat dalam agenda-agenda pemberantasan korupsi," terangnya.

Lebih lanjut, Tama juga menyoroti modus korupsi yang populer atau kerap terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini. Modus korupsi yang dinilai sering terjadi di Indonesia, khususnya daerah yaitu terkait pengadaan barang dan jasa. Tak sedikit juga korupsi terkait proyek fiktif yang ditemukan di daerah.

"Lagi-lagi kalau kita bicara soal modus, proyek fiktif ini kan kasus korupsi yang menurut saya ketinggalan jaman dia, kuno, kalau fiktif itu kan berarti proyeknya enggak ada, dengan sangat mudahnya, jangan kan penegak hukum, masyarakat aja bisa ngeliat, ini yang menurut saya hal-hal mengkhawatirkan tapi terus terjadi," ungkapnya.

Tama menilai, kasus korupsi lebih banyak terjadi di daerah ketimbang di pusat. Ia memberi perhatian khusus terhadap hal itu. Sebab, kasus korupsi yang terjadi di daerah cukup mengkhawatirkan. Mayoritas kasus yang terjadi di daerah yakni, terkait proyek pengadaan barang dan jasa.

"Korupsi di tingkat daerah terutama pada pemkab dan Pemkot masih mengkhawatirkan," katanya.

Tama mendorong agar ada optimalisasi dalam eksekusi kasus korupsi secara menyeluruh. Salah satunya, dengan memulihkan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi. "Kalau sampai uang puluhan triliun bisa diambil lagi, dan dipulihkan, saya rasa ini akan sangat bermanfaat untuk orang banyak, khususnya masyarakat," ujarnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: