Apresiasi Kejagung, Bamsoet: Jangan Berhenti pada Penetapan 5 Tersangka Saja

iNews.id ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 12:24 WIB
Apresiasi Kejagung, Bamsoet: Jangan Berhenti pada Penetapan 5 Tersangka Saja

Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) di bawah pimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam mengusut skandal Jiwasraya. Kinerja korps Adhyaksa itu dibuktikan dengan gerak cepat dan tepat hingga akhirnya menetapkan dan menahan lima orang tersangka.

“Pengusutan tak boleh berhenti sampai di situ. Pengembangan penyidikan harus tetap dilakukan oleh Kejaksaan Agung, karena tak menutup kemungkinan berbagai pihak dari luar Jiwasraya juga turut terlibat,” ungkap Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Pada prinsipnya, kata dia, siapa pun yang terlibat tanpa pandang bulu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum. Selain telah menyengsarakan rakyat pemegang polis, para pelaku juga telah membuat malu Indonesia lantaran memperburuk citra kinerja BUMN di mata internasional.

Bamsoet menilai, penyelesaian skandal Jiwasraya dengan menyeret para pelakunya ke hadapan hukum adalah tantangan yang tak mudah bagi Kejagung. Hambatan maupun intimidasi dari berbagai pihak, kemungkinan besar akan terjadi.

“Kejaksaan Agung tak boleh gentar menegakan hukum. Tak perlu takut dengan hambatan, tekanan, maupun intimidasi. Karena ada kekuatan rakyat yang jauh lebih besar mendukung Kejaksaan Agung. Buktikan kepada rakyat bahwa Kejaksaan Agung sangat bisa diandalkan dalam pemberantasan korupsi,” tutur mantan ketua DPR itu.

Dia juga mengingatkan, pekerjaan rumah Kejaksaan Agung belum berhenti sampai penetapan, penangkapan, dan penahanan kelima tersangka kemarin saja. Kejagung masih harus mengumpulkan berbagai alat bukti guna memperkuat berkas perkara kelima tersangka. Jangan sampai karena lemahnya alat bukti, membuat kelima tersangka lolos dari jerat hukum di proses pengadilan.

“Skandal Jiwasraya menjadi warning bagi seluruh BUMN, khususnya yang bergerak di bidang usaha asuransi, agar tak main-main dalam mengelola uang rakyat. BUMN sebagai wajah Indonesia dalam mengelola bisnis usaha, sepatutnya menjadi kebanggaan nasional dihadapan internasional. Bukan malah membuat malu bangsa lantaran ketidakbecusan tata kelola manajemennya,” ucap politikus Partai Golkar itu.

Pemeriksaan kasus Jiwasraya mulai dilakukan sejak 17 Desember 2019. Hingga Selasa (14/1/2020) kemarin, sebanyak 42 orang telah diperiksa. Lima orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Kelima orang itu adalah mantan kepala Divisi Investasi Jiwasraya, Syahmirwan; eks Direktur Utama (Dirut) Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo; Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro, dan; Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral, Heru Hidayat.

Kejagung menduga adanya dugaan praktik tindak pidana korupsi yang menyebabkan Jiwasraya mengalami kerugian Rp13,7 triliun. Penanganan kasus itu kemudian ditindaklanjuti oleh Kejagung dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRINT–33/F.2/Fd.2/12/2019 pada 17 Desember 2019.


Editor : Ahmad Islamy Jamil