Azan Zuhur Berkumandang, Jokowi Setop Pidato di HUT ke-46 PDIP

Aditya Pratama ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 13:39 WIB
Azan Zuhur Berkumandang, Jokowi Setop Pidato di HUT ke-46 PDIP

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara HUT ke-46 PDI Perjuangan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Momen menarik hadir di perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 PDI Perjuangan yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Momen tersebut adalah saat Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghentikan pidatonya saat azan Salat Dzuhur berkumandang.

Padahal, pidato Jokowi baru memasuki tahap menyapa satu persatu para tamu undangan yang merupakan pejabat dan mantan petinggi negara kesatuan republik Indonesia.

"Yang saya hormati Presiden kelima dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla (JK)," ucap Jokowi sebelum menghentikan ucapannya karena azan, di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).

BACA JUGA: Kala Mega Terisak dan Meneteskan Air Mata Menceritakan Sejarah PDIP

Cukup lama mantan Gubernur DKI Jakarta ini menghentikan pidatonya. Hampir sekitar enam menit suasana hall B3 JIExpo terdiam tanpa suara. Setelah itu Jokowi melanjutkan kembali pidatonya yang sempat terhenti.

Sebelum Jokowi berpidato, terlebih dahulu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan sambutannya, Megawati menceritakan berbagai hal antara lain sejarah PDI Perjuangan dan PDI Perjuangan tidak asal pilih kader.

Pada acara ini juga dihadiri beberapa tokoh seperti calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, serta pengurus dan kader PDI Perjuangan seluruh Indonesia. Lalu ada Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menko Polhukam Wiranto, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkeu Sri Mulyani, Menko PMK Puan Maharani, Menkum HAM Yasonna Laoly, Kepala KSP Moeldoko.

Lalu ada Menlu Retno Marsudy, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Mensesneg Pratikno, Setkab Pramono Anung, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan pengurus partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK).


Editor : Djibril Muhammad