Aziz Syamsuddin Bersikukuh Penunjukannya sebagai Ketua DPR Sah

Felldy Utama ยท Senin, 11 Desember 2017 - 13:39:00 WIB
Aziz Syamsuddin Bersikukuh Penunjukannya sebagai Ketua DPR Sah
Politikus Partai Golkar Aziz Syamsuddin ditunjuk sebagai pengganti Setya Novanto sebagai Ketua DPR. (Foto: SINDOnews)

JAKARTA, iNews.id - Setya Novanto (Setnov) telah mengirimkan surat pengunduran diri sebagai ketua DPR sekaligus menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai pengganti. Aziz pun mengaku siap melaksanakan tugas itu.

Sesuai dengan Undang Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) Partai Golkar berhak menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai ketua DPR selanjutnya. Namun sejumlah kader Golkar menghendaki penunjukan haruslah melalui proses pleno partai.

Aziz mengatakan, surat pernyataan Setnov yang menunjuk dirinya sebagai ketua DPR adalah sah. Dia mengklaim, penunjukan ketua DPR tidak perlu menggelar pleno partai.

"Yang penting tanda tangan ketua umum dan sekjen dan dewan pembina, sah itu. Dalam anggaran dasar tidak perlu dibahas di rapat pleno," ungkap Aziz, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Ditanya soal kesiapannya menjabat ketua DPR, Aziz mengaku siap akan tugas barunya sebagai tugas barunya. "Siap, kita tunggu perkembangannya," kata Ketua Badan Anggaran itu.

Sebelumnya, Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding mengatakan, surat pengunduran diri Setnov dan penunjukan Aziz diterima pada 4 dan 6 Desember 2017. Menurutnya, surat tersebut akan ditindaklanjuti dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk mempersiapkan rencana pergantian ketua DPR.

"Iya sudah ada surat pengunduran diri Pak Novanto yang ditujukan kepada Pimpinan DPR," kata Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Sudding menjelaskan, sepanjang pergantian ketua DPR diusulkan oleh fraksi, ketua umum dan sekretaris jenderal partai maka prosesnya sah. "Surat diantarkan ketua Fraksi Partai Golkar. Ditandatangani Pak Novanto serta ada juga surat yang ditujukan kepada Pimpinan DPR yang ditanda tangani Pak Novanto dan Idrus Marham," ungkapnya.

Editor : Achmad Syukron Fadillah