Bambang Soesatyo Kunjungi Kantor KPK, Singgung soal Pancasila

Riezky Maulana ยท Senin, 09 Maret 2020 - 19:07 WIB
Bambang Soesatyo Kunjungi Kantor KPK, Singgung soal Pancasila

Pimpinan MPR berkunjung ke Kantor KPK di Jakarta, Senin (9/3/2020). (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id – Pimpinan MPR hari ini menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Ini menjadi kunjungan balasan oleh MPR setelah Ketua KPK Firli Bahuri dan kawan-kawan mengunjungi MPR di Kompleks Parlemen Senyan, 14 Januari lalu.

Rombongan MPR yang dipimpin langsung oleh Bambang Soesatyo (Bamsoet), keluar Gedung KPK sekira pukul 15.35 WIB. Bamsoet mengatakan, dalam pertemuan yang digelar secara tertutup itu, salah satu pembahasannya adalah tentang strategi KPK dalam memberantasan korupsi. Selama ini, Firli selalu mendengungkan strategi untuk memperkuat bidang pencegahan.

Selain itu, MPR dan KPK juga berdiskusi terkait Undang-Undang (UU) KPK Nomor 19 Tahun 2019. “Untuk penanganan kasus korupsi, KPK menegaskan mereka tetap bekerja, ada beberapa pihak yang memang masih terus-menerus kasusnya dikerjakan. Kami mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan KPK terhadap UU yang baru,” ucap Bamsoet di Gedung KPK, Senin (9/3/2020).

Menurut dia, MPR juga ingin lebih memperkuat KPK. Upaya perkuatan tersebut berdasarkan asas yang terkandung dalam Pancasila, khususnya sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. “Penguatan sila kedua juga termasuk ke dalam tujuan kita menuju sila kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Mantan Ketua DPR itu menjelaskan, kaitan sila kedua dan sila kelima dengan KPK, khsusunya bidang pencegahan. Menurut dia, jika kasus korupsi dapat ditekan menuju angka terendah, secara tidak langsung rakyat akan menjadi sejahtera dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia seperti yang tercantum di sila kelima dapat diaplikasikan.

“Apabila korupsi bisa ditekan rendah bahkan, ditekan hingga ke angka nol, maka kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial itu bisa terdapat. Tetapi ya itu tadi, pelaksanaannya harus dengan asas kemanusiaan yang adil dan beradab,” ungkapnya.

Selain itu, Bamsoet menuturkan, MPR dan KPK telah melakukan komunikasi intensif untuk melakukan kerja sama dalam pencegahan korupsi serta menyelarasan program empat pilar. “Jadi 31 Maret 2020, kami akan tandatangani kerjasama antara MPR dan KPK dalam rangka pencegahan korupsi dan sosialisasi 4 pilar,” ucapnya.

Dalam kunjungan ini, Bamsoet tidak sendirian. Dia didampingi enam wakil ketua MPR, yaitu Ahmad Basarah, Zukifli Hasan, Arsul Sani, Jazilul Fawaid, Hidayat Nur Wahid, dan Fadel Muhammad. Rombongan parlemen itu diterima langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri.

Editor : Ahmad Islamy Jamil