Bambang Widjojanto Kritik Pengembalian Penyidik KPK ke Polri

Antara ยท Rabu, 05 Februari 2020 - 12:58 WIB
Bambang Widjojanto Kritik Pengembalian Penyidik KPK ke Polri

Mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini)

JAKARTA, iNews.id – Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, mengkritik pengembalian penyidik KPK, Kompol Rossa Purbo Bekti, ke Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Ketua KPK Firli Bahuri sebelumnya membenarkan pengembalian Rossa ke Polri. Namun, Polri malah membantah informasi itu.

“Kilah, dalih, dan saling berbantahan tak elok dan cendrung ‘konyol’ kembali dipertontonkan di muka publik atas ‘gonjang ganjing’ pemulangan penyidik KPK. Tetapi yang jelas, sobat Rossa, eksistensi salah seorang penyidik KPK tengah dikorbankan. Tak jelas, apakah Rossa ditarik atau dipulangkan? Siapa inisiatornya dan apa alasannya?,” ungkap Bambang melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Dia pun mempertanyakan pengembalian Rossa tersebut karena masa kerjanya sebagai penyidik KPK baru selesai pada September 2020. Apalagi, kata Bambang, Rossa kini tengah melakukan penyidikan skandal kasus korupsi kader PDIP Harun Masiku yang mendapatkan perhatian serius dari publik.

“Mengapa Rossa justru harus dipulangkan? Bukankah, ada begitu banyak penyidik yang dimiliki Polri dan KPK sangat terbatas jumlahnya penyidiknya,” kata Bambang.

Menurut dia, jika permasalahan pengembalian Rossa tersebut tidak segera diselesaikan maka yang dikorbankan adalah upaya pemberantasan korupsi. “Dan dipastikan Harun Masiku akan ‘terpingkal-pingkal’ dan ‘cekakakan’ karena tak bisa segera ditangkap. Apakah ini kesengajaan?” ujar Bambang.

Dia juga mempertanyakan peran dari Dewan Pengawas (Dewas) KPK mengenai polemik tersebut. Dia mengingatkan, Pasal 37B UU KPK menyatakan bahwa Dewas KPK bertugas mengawasi pelaksanaan tugas dan wewenang KPK. “Apakah ada indikasi kuat kebohongan yang diduga dilakukan Ketua KPK dalam sengkarut ini. Semoga Dewas hadir untuk atas ini tidak bersemayam dalam sunyi atas hiruk-pikuk ini,” tuturnya.

Bambang pun juga mempertanyakan pimpinan KPK saat ini yang berjanji untuk untuk senantiasa jujur dan obyektif dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Dia berpendapat, jika sinyalemen di atas kian tak terbantahkan, patut diduga ada pelanggaran atas sumpah dan janji yang diucapkan oleh setiap pimpinan KPK yang berjanji untuk senantiasa jujur dan objektif dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil