Baru Tiga Hari Jadi Ketua DPR, Bamsoet Malah Diminta Mundur

Felldy Utama · Kamis, 18 Januari 2018 - 18:52:00 WIB
Baru Tiga Hari Jadi Ketua DPR, Bamsoet Malah Diminta Mundur
Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo melambaikan tangan usai penunjukannya sebagai ketua DPR, menggantikan Setya Novanto. (Foto: dok. Sindonews.com)

JAKARTA, iNews.id – Baru saja memasuki tiga hari masa kerja sebagai Ketua DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) malah didemo sejumlah orang yang meminta agar dia mengundurkan diri dari jabatan barunya itu.

Pantauan iNews.id, insiden kecil itu bermula saat sejumlah awak media sedang melakukan wawancara dengan Bamsoet pada pukul 12.55 WIB, Kamis (18/1/2018). Tanpa dinyana, sebanyak enam oknum pemuda menyusup ke dalam Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Para pemuda itu lantas berteriak sambil membawa spanduk yang tidak cukup jelas terlihat tulisannya. “Kami ingin Bambang Soesatyo mundur! Kami ingin Bambang Soesatyo mundur! Bambang Soesatyo harus mundur!” teriak salah satu pemuda yang menjadi orator.

Pengunjuk rasa yang mengaku diri anggota Garda Alam Pikir Indonesia (Garda Api) itu lalu melanjutkan ungkapan penolakannya. “Bamsoet tidak sesuai jadi pemimpin bangsa!”

Melihat aksi para penyusup itu, Bamsoet hanya menunjukkan reaksi kaget. "Waduh, ada apa itu?"  ujar politikus Partai Golkar itu.

Sontak, seluruh orang yang berada di lokasi langsung mendekati keramaian tersebut. Namun, tak lama berselang, para pendemo langsung diamankan oleh anggota Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR. Sampai kini, identitas para penyusup itu belum jelas.

Sebelum diamankan petugas, para pendemo sempat menyebarkan pamflet berisi tiga tuntutan. Pertama, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan pemeriksaan, pencekalan, serta penangkapan terhadap Bambang Soesatyo atas dugaan keterlibatan dalam kasus simulator Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dugaan keterlibatan Bamsoet itu seperti yang pernah diungkap mantan ketua Panitia Lelang Pengadaan Alat Uji Kemudi SIM di Korlantas Polri, Teddy Rusmawan, dalam kesaksiannya pada Mei 2013. Ketika itu, Teddy menyebutkan ada keterlibatan empat anggota DPR dalam korupsi simulator SIM. Mereka adalah Bambang Soesatyo, Aziz Syamsudin, Herman Herry, dan Desmon J Mahesa.

Kedua, pendemo mendesak KPK segera melakukan pemeriksaan, pencekalan serta penangkapan terhadap Bamsoet atas dugaan keterlibatan dalam upaya pengancaman terhadap saksi kasus korupsi e-KTP, Miryam S Haryani, seperti yang terungkap dalam persidangan.

Terakhir, pendemo mendesak Bamsoet untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua DPR dan fokus menyelesaikan kasus hukum yang pernah diduga menjerat dirinya demi menyelamatkan wajah institusi DPR.

Editor : Ahmad Islamy Jamil