Bawaslu: 1.395 TPS Berpotensi Pemilu Susulan

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 17 April 2019 - 20:36 WIB
Bawaslu: 1.395 TPS Berpotensi Pemilu Susulan

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merilis data terbaru terkait tempat pemungutan suara (TPS) yang proses pemungutan suaranya bermasalah. Bawaslu mencatat, ada 38 TPS di yang akan melangsungkan pemungutan suara ulang (PSU).

Tidak hanya itu, lembaga itu juga menyebut ada 1.395 TPS yang berpotensi melakukan pemilihan susulan. Data tersebut diperbarui Bawaslu pada pukul 18.40 WIB. “Saya baru mendapatkan Kabar bahwa jumlah TPS yang akan dilakukan pemungutan suara ulang atau PSU, ada 38 TPS. Sedangkan, Pemilu susulan berpotensi akan dilakukan di 1.395 TPS,” kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Dia menuturkan, beberapa daerah di Indonesia yang berpotensi dilakukan PSU terdapat di Papua. “Ada distrik di Jayapura Selatan, di Kota Jayapura, dan Kabupaten Intan Jaya,” ungkapnya.

BACA JUGA: KPU: Selesaikan Sengketa Pemilu Sesuai Aturan

Menurut dia, PSU dan pemilihan susulan dilakukan karena berbagai sebab. Mulai dari keterlambatan logistik tiba di TPS; logistik pemilu yang kurang, hingga; pemilih yang tidak terdaftar di DPT, DPTb, dan bahkan tidak memiliki KTP setempat untuk mengajukan formulir A5.

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, data tersebut masih bergerak dinamis dan masih berkemungkinan mengalami perubahan beberapa waktu ke depan. Menurut catatan lembaganya, jumlah pemilih susulan lebih tinggi dibandingkan dengan pemilih yang akan menjalankan PSU. Fakta tersebut sekaligus menunjukkan adanya masalah logistik pemilu yang dihadapi KPU.

“Data ini dinamis karena setiap jam masih ada input data di daerah-daerah. Kalau melihat persentase (pemilih) PSU dan susulan, ternyata lebih tinggi yang susulan. Ini menandakan bahwa persoalan logistik menjadi catatan utama,” tuturnya.


Editor : Ahmad Islamy Jamil